Memories

Author : Snowysmiles
Cast : Choi Kibum, Choi Siwon

Genre : Romance, Hurt/Comfort, or else

Rate : T

Desclaimer :
I own nothing, but this story truly mine
Actually Im fujoshi, so this story must be Boys Lovers or Yaoi
My favorite pairing >> SiBum for sure
Hope you all like it
Im SiBum hardcore shipper. What bout U guys??


.
.
.
Di lorong rumah sakit yang begitu sepi bahkan terkesan tidak berpenghuni, ada sesosok namja yang sedang meringkuk sambil memeluk erat kedua kakinya. Rambutnya terlihat acak-acakan. Jika kita mau berjalan lebih mendekat, maka telinga kita akan mendengarkan isakan lirih yang menguar dari bibirnya. Entah apa yang membuatnya menangis. Tunggu… Apa dia kehilangan salah satu anggota keluarganya? Mengingat ia sedang meringkuk di depan ruang operasi yang nampak sepi.

Klekkkk

Namja tadi langsung berdiri ketika mendengar pintu ruang operasi terbuka lebar dan menampakkan sosok beberapa uisa melewatinya dengan memakai jas putih serta masker yang menutupi sebagian wajahnya. Hingga salah seorang uisa berhenti tepat di hadapannya lalu membuka maskernya perlahan. Ia dengan jelas bisa melihat gurat wajah lelah beserta peluh yang mengalir di sela wajah tampan sang uisa bernama Tan Hangeng. Wajar jika uisa menampakkan wajah lelahnya setelah berkutat cukup lama di ruang operasi demi menyelamatkan nyawa manusia.

“ Bagaimana?” ucapnya cepat dan mencengkeram krah jas sang dokter hingga sedikit tersentak kaget. Ia tak peduli dengan tatapan kaget dari perawat yang saat itu sedang keluar dari ruang operasi. Namja ini hanya ingin mengetahui keadaan teman hidupnya yang sedang meregang nyawa di ruang operasi. Sang dokter mencoba menenangkannya dan mengulas senyum hangatnya. Sang uisa nampaknya tau bagaimana cara meredakan kekhawatiran orang lain.

“ Mari ke ruanganku. Di sana akan lebih baik untuk berbicara” ia kemudian mengangguk lemah lalu menepuk pundak sang namja bertubuh kekar untuk mengikuti langkahnya. Namja itu menengok ke dalam ruang operasi melalui pintu bening, matanya hanya menangkap tirai putih yang sedang berkibar tertiup angin kecil. Ia mengulas senyum getir lalu mulai berjalan mengekor langkah uisa Tan yang sudah hilang ditelan dinding putih. Ia tidak merasa bingung untuk mencari ruang kerja uisa bernama Tan Hangeng tadi karena ia langsung dituntun seorang perawat yang diutus sang uisa.

Dua cangkir kopi tergeletak di atas meja kerja kayu yang dilapisi kaca bening. Kepulan asap putih masih dapat terlihat dengan jelas, hanya saja kedua namja yang sedang duduk berhadapan ini tidak terlalu peduli dengan yang tersaji di meja.
Nampak uisa Tan sedang membolak-balikkan beberapa draft kertas putih yang diberikan seorang perawat. Ia mendesah pelan lalu melepas kacamata bacanya dan meletakkan di samping cangkir kopinya. Uisa Tan terlihat masih muda jika dikira-kira usianya mungkin dikisaran 30-an. Ah, dia masuk jajaran dokter spesialis yang tidak diragukan lagi kapasitasnya.

“ Tuan Choi, ada sedikit masalah dengan emh..” ucapannya terhenti. Ia nampak ragu akan melanjutkan bicaranya, lalu ia memutuskan memberikan kontak mata pada namja didepannya, mencoba mencari kata yang tepat untuk melanjutkan pembicaraan. Ia tidak mau menyinggung perasaan orang lain.

“ Istriku. Kami sudah menikah” lanjut namja bernama Choi Siwon dengan tegas.

“ Yah, dengan istrimu. Operasi berjalan lancar seperti yang Anda lihat. Hanya saja hasil operasi tidak terlalu baik”

“ Katakan saja uisa Tan. Aku siap mendengarnya” wajahnya terlihat tegang, ia tau akan ada hal buruk yang disampaikan sang uisa. Ia bisa melihat dari mimik wajahnya dan juga sedari tadi sang uisa nampak sedang mengulur waktu untuk memberikan penjelasan dengan memainkan draft yang ada di pangkuannya. Ia bisa membaca gerak mata uisa yang tidak tertuju pada draft yang dimainkan tangannya. Sang uisa nampak sedang mencari kata yang tepat untuk disampaikan padanya.

“ Choi Kibum, istri Anda mengalami benturan yang lumayan keras pada kepalanya. Hingga menyebabkan terganggunya syaraf otaknya. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Tuan Choi, hanya saja..”

“ Intinya. Katakan inti pembicaraan bodoh ini, uisa Tan” ucapnya tak sabaran. Kedua tangannya mengepal erat menahan rasa kesal yang memuncak di ujung kepalanya. Ia hanya ingin tau bagaimana keadaan istrinya. Ia tidak paham dengan istilah kedokteran yang meluncur dari bibir sang uisa.

“ Choi Kibum kehilangan ingatan. Dan ada beberapa dari ingatannya hilang secara permanen. Untuk lebih lanjut, kita akan mengetahuinya setelah istri Anda siuman” terlihat sekelebat rasa ragu menyelimuti lingkup hati Hangeng sebagai seorang uisa. Ia hanya bisa berharap agar pasiennya dapat pulih dengan keadaan utuh tanpa kehilangan sedikitpun memorinya.

Perbincangan keduanya diinterupsi kedatangan perawat yang memindahkan Kibum ke kamarnya.

“ Uisa Tan, pasien bernama Choi Kibum sudah dipindahkan ke ruangannya”

Hangeng menatap Siwon yang tengah terunduk lesu. Sebagai lelaki, ia bisa merasakan kekalutan yang kini sedang dialami namja bertubuh kekar dengan balutan kemeja yang sudah kusut.

“ Temani istrimu Choi Siwon. Kamu tentu tidak ingin dia mencari orang lain selain dirimu, bukan?” lalu mengukir senyum hangatnya.

“ Gomawo uisa Tan. Permisi” ucapnya sembari membungkukkan badannya. Ia kemudia berjalan keluar ruangan menuju kamar istrinya dirawat.

Ketika memasuki ruangan istrinya, hal pertama yang ditangkapnya adalah sosok orang yang dicintainya sedang berbaring lemah di atas ranjang besi. Selang infus menjalari kulit putih mulusnya yang begitu ia kagumi. Alat bantu pernafasan sedikit mengganggu pendangan matanya untuk menikmati wajah cantik yang sukses membuatnya jatuh terperosok dalam jurang pesonanya. Dan balutan kasa putih melingkari pucuk kepalanya. Siwon hampir saja meneteskan air matanya jika terus berlarut dalam kesedihan memandangi namja yang kini tengah tertidur untuk sejenak. Ya, namja manis yang terbaring di ranjang dengan serangkaian alat kesehatan tertempel dalam tubuhnya adalah istrinya, teman hidupnya, belahan jiwanya.

Siwon berdiri di tepi ranjang sembari mengusap punggung tangan Kibum. Ia membayangkan betapa sakitnya benda runcing tertancap di dalam tubuh istrinya. Ia tau Kibum phobia dengan jarum suntik sejak kecil, dan ia tidak tau bagaimana reaksi Kibum ketika sadar nanti. Dan mendapati benda yang dibencinya sudah bersarang di punggung tangannya. Jika bisa dan jika diijinkan, Siwon rela menggantikan rasa sakit yang menimpa istrinya. Ia rela tubuhnya ditusuk puluhan jarum asal Kibum bisa siuman dan memeluk tubuhnya dengan erat seperti biasa.

Tangannya beralih mengusap pipi chubby Kibum yang masih begitu kenyal dan menggemaskan. Hampir saja Siwon mencubit benda kenyal itu, untung ia mengurungkan niatnya. Ia tidak mau menambah rasa sakit di tubuh Kibum. Semua yang ada pada diri Kibum selalu menggodanya.

Flashback POV*

“ Siwonnie, nanti mau dimasakkan apa?” ucap Kibum dari balik dinding dapur. Tangannya masih sibuk mengeringkan peralatan makan yang baru saja selesai dicucinya.

“ Emhh…” gumam namja tampan yang masih sibuk menyesap kopinya di balik meja makan yang letaknya tak jauh dari dapur.

“ Jangan bilang kopi, Siwonnie. Jatah kopi hanya untuk pagi hari” ucapan Kibum disambut kekehan kecil dari suaminya. Kibum selalu tau yang ada di pikiran namja yang sudah setahun ini mengikatnya dalam ikatan suci pernikahan. Tidak ada yang mencela pernikahan sesama jenis yang mereka jalani, malah kebanyakan mendukung.

Tiba-tiba saja tangan kekar Siwon sudah melingkar di pinggang ramping Kibum dan memeluk tubuh mungil istrinya begitu protektif. Siwon mengecup berulang-ulang leher Kibum yang selalu menggoda imannya setiap kali melihatnya. Kibum menggeliat resah ketika dirasa ciuman yang diberikan suaminya berubah menjadi gigitan yang menimbulkan desahan dari bibir tipisnya.

“ Aku ingin Choi Kibum di atas meja makan kkk~” goda Siwon lalu melanjutkan memberikan kissmark di sekitar tengkuk istrinya.

“ Maksudmu aku akan menjadi santapan makan malammu?”

“ Jika boleh”

“ Aku tidak bercanda, Tuan Choi”

“ Dan aku serius, Nyonya Choi” Kibum mendengus kesal, rupanya suaminya sedang menggodanya sekarang. Kibum memutar tubuhnya hingga kini bertatap muka dengan Siwon yang sedang menjilat bibir seksinya. Dasar pervert.
Kibum langsung melempar tatapan tajamnya. Siwon hanya tersenyum ceria karena berhasil membuat wajah cantik Kibum memasang ekspresi kesal.

“ Masak apa saja. Asal tangan ini yang membuatnya…” Siwon meraih kedua tangan Kibum dan menciumnya bergantian,” Semuanya pasti akan terasa spesial” lanjutnya sebelum mengecup mesra bibir merah yang seolah berteriak meminta sentuhan bibir joker miliknya.

Kibum berdiri di teras rumahnya sambil melambaikan kedua tangannya untuk mengantar suaminya berangkat kerja. Mobil Audi hitam yang dikendarai Siwon sudah menghilang dan hanya meninggalkan kepulan asap tipis. Kibum meraih tas selempang yang tergeletak di meja depan dan menyampirkan di bahunya. Tangannya memutar anak kunci sebanyak 2 kali lalu menyelipkannya di sela pintu kayu yang sedikit longgar. Menurutnya tempat itu paling aman untuk menyimpan benda mungil seperti kunci rumah.
Kakinya menginjak gas mobilnya dan melajukannya menuju tempatnya bekerja.

Sang namja manis kini sibuk berkutat dengan layar komputer yang menghiasi meja kerjanya. Tangannya terus menggerakkan kursor ke kanan dan kiri. Matanya ikut bergerak membaca setiap tulisan yang tertera pada layar.

“ Walla,, Kamu akan menyiapkan apa untuk makan malam romantis dengan suamimu?” kaget seorang namja dengan senyum cerianya hingga menampakkan gummy smile khas miliknya. Kedua tangannya memegang erat sandaran kursi Kibum, mulutnya ikut bergumam membaca tulisan yang terpampang di layar komputer. Alisnya sedikit berkerut membacanya. Ya ampun Lee Hyukjae, jangan bilang kamu tidak bisa mengeja tulisannya. Artikel yang menghiasi layar komputer Kibum merupakan deretan nama makanan Barat.

“ Kamu mau memasak ini semua?”

“ Kurang lebih begitu, Lee Hyukjae” jawabnya enteng lalu menggoreskan tinta hitamnya di atas kertas yang sengaja disiapkan untuk mencatat bahan makanan yang akan dibelinya usai pulang kerja nanti.

“ Kamu tidak memerlukan orang lain untuk membantu menghabiskan masakanmu?”

“ No, thanks”

“ Pelit” sahut Lee Hyukjae atau Eunhyuk sambil memajukan bibirnya. Ia kemudian menarik kursinya hingga berjejeran dengan Kibum.

“ Aku akan mengirimkan sebotol wine ke rumahmu”

“ Diterima”

Flashback END*
.
.
.

Seorang namja dengan langkah sedikit terseok-seok berjalan memasuki gereja kecil yang letaknya masih berada di lingkungan rumah sakit. Ketika sampai di ambang pintu gereja, matanya menelusuri setiap sudut gereja. Ada beberapa pengunjung yang sama seperti dirinya. Mereka sedang terisak di dalam doanya. Rata-rata yang mengunjungi gereja bertujuan untuk mendoakan keluarganya yang sedang berbaring di ranjang pesakitan dengan kondisi tubuh tak berdaya.

Siwon memilih mengisi deretan bangku kosong yang berada paling depan. Perlahan ia menarik kalung salib yang melingkari lehernya dan memegang erat bandul salib dengan kedua tangannya. Ia mulai menghembuskan nafas panjangnya berulang kali sebelum mulai memejamkan mata dan menggumamkan doanya. Dalam benaknya, selalu muncul wajah Kibum saat terakhir kali dilihatnya sebelum berangkat kerja. Sungguh, saat itu ia sama sekali tidak memiliki firasat atau gejala ganjil yang akan menimpa istrinya. Bahkan ia dengan jelas melihat senyum Kibum yang terlampau menghipnotisnya hingga sedikit membuatnya enggan menjalani rutinitas hariannya pada saat itu.

Setetes cairan bening mengaliri wajah tampannya yang terlihat berantakan karena selama beberapa hari ini matanya terus terjaga untuk memantau kondisi Kibum, jika sewaktu-waktu siuman. Mulutnya masih menggumamkan doa, hatinya berteriak lirih menyebut nama Kibum dalam doanya, pikirannya terus mematri wajah Kibum dalam otaknya. Hingga ia sudah tak sanggup menahan pilu, Siwon langsung jatuh bersimpuh di lantai dengan suara isak tangis yang menyayat hati. Beberapa orang yang sedang berdoa menghentikan kegiatannya, mereka menatap iba Siwon yang menangis dengan mata yang masih terpejam erat.

“ Kibummie…Bangun. Meski kamu melupakanku sekalipun, aku rela. Aku ingin kamu bangun, bukan hidup dalam tubuh yang tidak bergerak. Ini semua menyiksaku, Kibummie” gumam Siwon lirih.

Flashback POV*

Kibum tersenyum ceria sesekali ia melirik ke belakang kursi penumpangnya, di sana sudah berjejer rapi beberapa kantong belanjaan yang sengaja ia beli untuk menyiapkan makan malam spesial. Mungkin karena terlalu sibuk menengok ke belakang kursi penumpangnya atau mungkin Kibum kurang hati-hati dalam menyetir, tiba-tiba saja laju mobilnya keluar dari jalur lintasan aspal jalan. Ketika Kibum menatap kembali jalanan, matanya terbelalak kaget. Mobilnya keluar jalur dan menerobos trotoar hingga menabrak tiang listrik.

Bruakkkkk

Terdengar hantaman keras ketika mobil yang dikendarainya menabrak tiang listrik hingga menyebabkan bagian depan mobilnya remuk. Sontak saja kendaraan yang mengekor Kibum berhenti mendadak dan menyebabkan macetnya arus lalu lintas.

Kyyaaaa~~

Teriakan keras seorang perempuan yang melongok ke dalam mobil membuat beberapa orang yang berkerumun menjadi terkejut dan segera menghampirinya. Darah segar mengucur deras dari kening Kibum sampai membuat wajah cantiknya kini berlumuran darah. Hidungnya juga mengeluarkan darah.

Beberapa orang mencoba menolong Kibum yang terhimpit di dalam mobil. Dan yang lainnya segera menghubungi ambulans.

Siwon berlari panik ketika Eunhyuk memberitahunya jika Kibum mengalami kecelakaan lalu lintas. Siwon kala itu sedang mengikuti rapat tanpa pikir panjang langsung berlari keluar ruangan dengan wajah cemasnya, apalagi ia mengetahui jika istrinya mengalami pendarahan cukup parah.

Flashback END*
.
.
.

Siwon memapah Kibum berjalan memasuki rumah mereka. Dengan hati-hati Siwon mendekap tubuh lemah Kibum untuk berjalan beriringan menapaki setiap anak tangga menuju kamar mereka. Ia tak mau istrinya limbung menapaki anak tangga menuju kamar mereka dengan kondisi tubuh yang masih lemah. Badannya sedikit menyusut karena beberapa minggu tidak mendapat asupan gizi yang baik –selama dirawat, Kibum menolak asupan makanan dari RS-.

Siwon membaringkan tubuh Kibum di atas ranjang mereka yang sudah tak mendapat sentuhan halus tangan Kibum. Siwon duduk di tepi ranjang dan mengusap penuh kelembutan pipi mulus istrinya. Matanya menatap iba sosok Kibum yang kini sudah terlelap dalam buaian dunia mimpi. Entah ada perasaan perih yang terus bergejolak dalam hatinya, ia ingin berteriak keras.

“ Kamu sedang apa?” sapaan suara lembut itu segera menghentikan gerakan tangan Siwon yang tengah menumis masakan. Entah apa yang dibuatnya, ia hanya mengikuti buku paduan masakan milik Kibum yang tersimpan rapi di lemari. Ini pertama kalinya seorang Choi Siwon memasak, selama ini Kibum lah yang bertugas menyiapkan masakan untuknya.
Siwon sekarang tau bagaimana beratnya tugas Kibum untuk melayaninya layaknya istri pada umumnya, belum lagi Kibum harus membersihkan seluruh sudut rumah dari debu yang setiap hari hinggap. Hemmhh.. Bahkan Kibum tidak pernah mengeluhkan bagaimana lelahnya dia.

“ Kamu melamun? Masakanmu bisa gosong” selanya lagi. Siwon segera tersadar dari lamunannya dan menatap tumisan yang susah payah ia buat sudah berwarna kehitaman. Ia mematikan nyala api dan segera meracik masakan baru.

“ Biar aku saja. Kamu belum pernah memasak kan?” Siwon menghentikkan gerakan tangannya yang sedang memotong daging, tangan kanannya menggenggam erat pisau yang menyalurkan rasa miris yang menghujam hatinya. Suara ini begitu dikenalnya, suara Kibum, istrinya. Dan sekarang ia harus menerima kenyataan pahit jika istrinya sendiri tidak mengingat pernikahan yang sudah mereka jalani selama setahun ini, bahkan Kibum tidak mengingat sedikitpun tentang dirinya. Siwon mendapati kenyataan jika Kibum kehilangan sebagian memorinya.

Saat pertama kali Kibum sadar, Siwon adalah orang pertama yang dilihat Kibum. Ketika Siwon hendak memeluknya, Kibum menolak dan langsung berteriak histeris hingga membuat beberapa perawat berlarian ke kamar mereka. Siwon sudah tau akibat benturan yang dialami Kibum akan membuat istrinya melupakan dirinya, tapi ia tidak tau jika rasanya akan sesakit ini ketika orang yang disayanginya menolak pelukan yang sudah lama dirindukannya. Siwon hanya tersenyum tipis melihat Kibum termenung sendirian di atas ranjangnya.

Hingga sebuah tepukan pelan membuatnya menoleh dan mendapati seorang namja dengan tinggi menjulang tengah berdiri di belakangnya. Siwon tersenyum getir dan langsung mengarahkan tangannya untuk membukakan pintu kamar Kibum. Namja bernama Shim Changmin itu hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu berjalan menghampiri Kibum.
Siwon hanya bisa memandang dari luar ruangan dengan hati hancur berkeping-keping. Bayangkan saja, hal pertama yang diucapkan Kibum ketika sadar adalah nama namja lain, bukan nama Siwon yang merupakan suaminya sendiri. Dengan hati yang sudah terhempas jauh ke dalam jurang hitam, Siwon menghubungi namja yang dimaksud istrinya. Dia adalah Shim Changmin.

Jika kalian bertanya siapa Shim Changmin? Dia adalah namja yang disukai Kibum ketika masih berada di bangku kuliah. Siwon tersenyum miris melihat betapa eratnya tangan Kibum memeluk pinggang Changmin. Pelukan yang seharusnya ia rasakan. Siwon memilih mengalah. Ia harusnya bersyukur Tuhan mengabulkan doanya tempo hari. Kibum sadar. Meski harus melupakan memori indah yang sudah mereka jalani sebagai suami-istri.

Dan Siwon harus menerima kenyataan jika bibir merah Kibum akan terus menerus menggumamkan nama Shim Changmin, bukan nama Choi Siwon lagi. Beruntung bagi Siwon, cincin putih masih setia melingkar di jari manis Kibum. Meski awalnya Kibum menolak kehadirannya, tapi dengan sedikit bantuan dari orangtua Kibum, namja manis itu sedikit mengakui pernikahan mereka meski tubuhnya terus menolah setiap skinship yang diberikan Siwon.

.
.
.

Siwon memandangi foto pernikahannya dengan Kibum yang terpajang rapi di setiap sudut rumahnya, tidak ada yang berubah. Lengkungan senyum terukir di bibirnya, setidaknya ia masih bisa menikmati pesona Kibum setiap harinya. Yah, sejak kepulangan Kibum ke rumah mereka, Siwon memberikan sedikit waktu bagi Kibum untuk menyesuaikan diri. Siwon membiarkan Kibum tidur di kamar utama, sedangkan dirinya menggunakan kamar tamu. Ia tau Kibum tidak sepenuhnya menerima kehadirannya sebagai suami. Untung baginya, Kibum tidak melepas cincin putih yang melingkari jari manisnya.

Terdengar deru suara mobil mengusik kegiatan Siwon mengenang kenangan manisnya bersama Kibum. Ia melangkahkan kakinya untuk menuju jendela, tangannya menyibak tirai putih. Matanya nanar melihat Kibum tengah memeluk mesra Changmin. Gemuruh rasa cemburu mengusik hatinya sebagai seorang suami. Ingin rasanya Siwon berjalan menghampiri keduanya dan menarik Kibum untuk tenggelam dalam pelukan hangatnya. Tapi ia tidak tega membuat raut wajah istrinya berubah menjadi raut kesedihan.

Menurut buku dan beberapa artikel yang dibacanya,amnesia akan pulih dengan sendirinya. Tapi pada kasus Kibum sedikit berbeda. Meski Siwon berulang kali menunjukkan foto pernikahan mereka, memutar dokumen video pernikahan mereka, atau sekedar mengajak Kibum mengunjungi tempat bersejarah dalam hubungan mereka, tetap saja Kibum tidak mengingatnya. Pada akhirnya Kibum akan jatuh pingsan ketika berusaha mengingatnya. Siwon pasrah. Ia tidak akan memaksa Kibum mengingatnya lagi. Baginya, saat ini kebahagiaan Kibum sudah cukup membuatnya bahagia. Meskipun Siwon harus merelakan tali suci pernikahannya dengan Kibum akan terputus. Lihat saja sekarang, setiap hari namja cantik itu akan duduk di teras rumahnya untuk menunggu kedatangan Changmin yang mengajaknya jalan-jalan.

Kibum masih bersikap biasa pada Siwon, ia tidak terlalu risih dengan orang asing yang hidup satu rumah dengannya. Ia juga tidak keberatan Siwon memeluknya atau sekedar memberikan ciuman di keningnya, karena Kibum juga sadar posisinya adalah istri seorang Choi Siwon. Kibum ingin sekali ingatannya kembali. Ia ingin membalas betapa hangatnya perhatian Siwon padanya, betapa besar rasa cinta yang ditunjukkan Siwon meski dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat istrinya berpelukan dengan namja lain.

“ Sudah pulang?” tegur Siwon ketika Kibum berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dengan jelas Kibum bisa melihat gurat kesedihan di wajah tampan Choi Siwon. Ia sendiri tidak mampu membalas tatapan Siwon.

“ Ne” balasnya singkat.

“ Mau makan? Aku sudah memasak untukmu” tawar Siwon lalu menyodorkan sepiring bibimbap di depan wajah Kibum. Senyum lebar masih saja terukir di bibir Siwon meski Kibum tau hati namja tampan dihadapannya saat ini sudah remuk.

“ Aku kenyang. Tadi Changminnie mentraktirku steak” tolak Kibum halus. Ia berusaha tidak menyinggung Siwon, tapi ucapannya sudah cukup membuat lengkungan manis di bibir Siwon memudar. Siwon tertunduk lesu dan mendesah pelan.

“ Gwenchana. Aku hanya khawatir jika kamu belum makan. Istirahat.. Kamu pasti lelah” Siwon berjalan meninggalkan Kibum yang berdiri mematung memandang tubuh tegap Siwon menghilang ditelan dinding dapur.

“ Aku juga ingin kamu memanggilku Siwonnie, Kibummie” gumam Siwon sambil terisak lirih di balik dinding dapur.
.
.
.

Tangan Siwon terulur membuka pintu kamar yang dulu pernah menjadi kamarnya, kini kamar itu hanya dihuni Kibum seorang. Ia tidak bermaksud menyelinap atau mengganggu istirahat istrinya, ia hanya ingin mengambil peralatan cukur yang masih berada di dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar Kibum. Siwon bergegas masuk ke dalam kamar mandi sebelum niatnya berubah, ia tidak akan bisa tahan untuk tidak menyentuh Kibum yang sedang terlelap tidur. Mati-matian ia menggerakkan kakinya memasuki kamar mandi meski matanya masih saja setia memandang wajah cantik Kibum ketika terlelap dalam dunia mimpi.

“ Kamu mencari sesuatu?” Siwon berjingkat kaget lalu membalikkan badan tegapnya. Kibum sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan piyama miliknya yang terlalu besar untuk tubuh mungilnya. Buru-buru ia mengalihkan pandangannya, ia tidak mau menerkam Kibum yang begitu menggodanya.

“ Oh.. Aku mencari peralatan cukur”

“ Aku juga tidak suka kamu memelihara jambang. Kamu terlihat jelek”

“ Begitu ya? Dulu kamu akan marah-marah jika melihat sedikit saja rambut tumbuh di sekitar daguku”

Kibum berdiri di samping Siwon yang tengah sibuk memandang pantulan wajahnya di cermin. Dengan sedikit usaha, namja cantik itu sudah duduk di tepian wastafel lalu menarik Siwon ke dalam kungkungan kakinya yang menggantung di udara.

“ Aku akan membuatmu terlihat tampan” bisik Kibum tepat di depan wajah Siwon. Namja tampan itu hanya mengangguk pelan. Sentuhan tangan Kibum masih terasa lembut dan membuat detak jantungnya tak karuan. Ia membiarkan Kibum mengoleskan busa putih yang sudah menghiasi sekitar dagu maupun philtrumnya. Baru kali ini Siwon bisa menatap wajah cantik Kibum sedekat ini. Perlahan tangan kekarnya melingkar di pinggang ramping istrinya, tidak peduli Kibum akan melukai wajahnya sekalipun dengan tindakan nekatnya ini. Namun Kibum hanya menyunggingkan senyum tipisnya, tidak ada kata protes keluar dari mulutnya.

“ Selesai” ucap Kibum dengan penuh nada kepuasan. Siwon merasakan jutaan kupu-kupu berhamburan memenuhi jiwanya ketika meelihat senyum yang terkembang di bibir Kibum. Senyum yang selama ini dirindukannya.

Kibum beranjak turun dari wastefel dan membiarkan Siwon memandang hasil pekerjaan tangannya. Namja tampan itu tersenyum senang. Benar kata Kibum, ia memang nampak lebih tampan sekarang.

“ Siwon….” gumam Kibum ketika Siwon hendak keluar dari kamarnya. Namja berbadan tegap itu sontak langsung menoleh dan mendapati istrinya tengah duduk di tepi ranjang dengan wajah tertunduk. Alis Siwon bertaut. Ada yang aneh dengan perilaku Kibum malam ini.

“ Ne” sahutnya hangat. Ia masih setia berdiri di depan pintu, matanya tak lepas memandang Kibum.

“ Aku tidak bisa tidur”

“ Mwo?” ucap Siwon kaget dengan mulut membentuk huruf O sempurna.

“ Temani aku tidur, ne” gumam Kibum lagi dengan lirih. Nampaknya ia malu, dan jika kalian mau berjalan mendekat maka kalian akan mendapati wajah Kibum yang sudah merona merah. Untung saja ia hanya menyalakan lampu meja sehingga Siwon tidak akan tertawa melihat rona merah di wajahnya.
Kibum langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Kali ini jantungnya berdegup kencang. Kibum tidak bisa mengendalikan pacu jantungnya. Kibum mengernyit heran ketika tidak merasakan Siwon tidur di sampingnya. Bukan kah ia tadi meminta Siwon untuk menemaninya tidur? Seharusnya Siwon sudah berbaring di sampingnya bukan? Hell, ayolah, Kibum dan Siwon sudah menikah jadi apa salahnya tidur satu ranjang toh Kibum yang memintanya.

Kibum menyibak selimutnya dan menatap ke arah pintu kamarnya, siapa tau Siwon masih terkejut dengan permintaannya sehingga diam membatu di depan pintu. Namun kelereng matanya sekarang mulai basah saat melihat tubuh namja tegap itu meringkuk di atas sofa mungil yang menghiasi kamarnya. Bahkan Siwon harus menekuk tubuhnya agar bisa tidur dengan nyaman. Hatinya mencelos.

“ Siwonnie tidak ingin tidur denganku?” ucap Kibum lagi, kali ini ia sudah berjongkok di pinggiran sofa dengan wajah sedikit dimiringkan. Siwon yang sudah mulai memejamkan matanya langsung menatap Kibum yang saat ini tengah memberikan tatapan intens padanya. Sungguh… Imut sekali.

“ Ki-Ki- Kibummie.. sedang apa di sini?” jawab Siwon tergugup. Buru-buru ia bangun dari tidurnya dan ikut berjongkok berhadapan dengan Kibum. Tangannya menggenggam tangan Kibum erat.

“ Kenapa kamu tidur di sofa? Bukan kah aku tadi memintamu menemaniku tidur heemhh?”

“ Itu- emh..aku pikir kamu..”

“ Ya sudah, temani aku tidur sekarang” Kibum langsung menyeret Siwon naik ke atas ranjang tanpa menunggu jawaban keluar dari mulut Siwon.

Kibum tidur memunggungi Siwon, ia tidak ingin namja tampan itu melihat wajahnya merona merah. Sekarang saja ia sibuk menstabilkan detak jantungnya. Dengan jelas telinganya bisa mendengar deru nafas Siwon yang merupakan suaminya. Deru nafas yang begitu menggelitik kulitnya.
Siwon hanya diam, matanya terus memandangi punggung Kibum. Setidaknya ini terakhir kalinya ia bisa berada jarak sedekat ini dengan istrinya, Choi Kibum.
.
.
.
Sepasang mata cantik tengah mengerjap pelan, tubunya menggeliat di balik selimut yang mengurungnya dari hawa dingin yang menusuk kulit putih susunya. Kedua tangannya direntangkan untuk melemaskan otot syarafnya.

“ Siwonnie, kamu sudah bangun?” gumam Kibum sambil meregangkan otot kepalanya. Tidak ada jawaban. Akhirnya Kibum menolehkan kepalanya. Ia heran tidak menemukan Siwon.

“ Mungkin Siwon sedang membuat sarapan” batinnya sebelum beranjak menuju kamar mandi.

Dengan balutan jeans biru dan kemeja berwarna putih, Kibum menapaki anak tangga menuju ruang makan. Pertama yang dilihatnya adalah sepiring sandwich dan segelas susu yang masih mengeluarkan kepulan asap tipis di atas meja makan. Kibum melongokkan kepalanya di setiap sudut rumah, ia berusaha menemukan Siwon yang biasanya akan selalu duduk menemaninya sarapan.

Kibum menarik kursi lalu mencomot sandwich buatan suaminya. Mulut Kibum sudah terbuka hendak menggigit sandwich yang menggiurkan untuk disantap, namun matanya melihat sebuah map berwarna biru tua lebih menarik perhatiannya.
Kibum kembali meletakkan sandwichnya dan meraih map yang tergeletak tak jauh dari piring.
Dibukanya perlahan, dan hal yang pertama dibacanya adalah kertas putih yang berisi tulisan tangan Siwon.

Kibummie,
Aku senang melihatmu sudah lebih baik sekarang. Dulu aku sangat takut kehilanganmu, chagiya. Apa kamu merasa lebih baik sekarang ?
Choi Kibum-ku yang cantik, aku senang kamu tidak menolakku sebagai suamimu. Aku senang kamu membiarkanku berkeliaran di sekitarmu meski kamu tidak pernah mengingatku. Aku senang kamu tidak menolak setiap kecupan hangat di keningmu.
Terima kasih semalam kamu mengijinkanku berada di dekatmu. Suatu kebanggaan bagiku memiliki pendamping sepertimu.
Chagiya, meski ini sulit untukku, aku hanya ingin melihatmu tersenyum setiap hari. Dan kini aku sadar, jika orang yang bisa membuatmu tersenyum bukan aku lagi. Tapi Shim Changmin.
Aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu. Semoga kamu berbahagia dengan Changmin.
I Love You, Choi Kibum.

P.S : Aku sudah menyiapkan surat perceraian kita. Kamu hanya perlu menandatanganinya dan pengacaraku akan mengambilnya.

Tanpa berpikir panjang, Kibum berlari keluar rumah dan mendapati mobil Siwon masih terparkir di dalam garasi. Pikiran Kibum kalut. Ia ingin menangis tapi hal yang harus dilakukannya adalah menemukan Siwon, suaminya.
Mengingat susu yang tersaji di atas meja masih mengeluarkan kepulan asap putih serta mobil yang biasa dipakai Siwon terparkir di garasi, kemungkinan besar Siwon pergi dengan menggunakan bus.

Kibum berlari sekuat tenaganya meski perutnya masih belum diisi makanan, ia tidak peduli. Kakinya terus menghentak menuju halte yang berada tak jauh dari rumahnya. Ia berharap Siwon masih di sana. Ada banyak hal yang harus ia ucapkan pada Siwon.
Bulir air mata menggenangi pelupuk matanya. Hidungnya mulai memerah. Dari jarak 100 meter, ia dengan jelas melihat bus berhenti dan halte sudah mulai sepi. Kibum semakin mempercepat langkah kakinya, ia tidak mau kehilangan Siwon kali ini. Meski ia tidak bisa mengingat siapa Choi Siwon.

Bus mulai berjalan pelan, di dalamnya Siwon mendesah pelan. Tekatnya kali ini sudah mantap untuk menceraikan Kibum, meski ia tidak mau melakukannya. Perceraian ini harus terjadi. Ia tidak mau menjadi benalu di dalam kebahagiaan Kibum dan Changmin.

“ Siwonnieeeeeee” sebuah suara melengking mengagetkan lamunan Siwon. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri, mencoba mencari sumber suara.

“ Si—Siwonniiiieeeee” suara itu kembali terdengar. Dan kini matanya terbelalak melihat seorang namja manis sedang berlari di belakang bus dengan wajah penuh keringat. Siwon tau siapa namja itu.

“ Tolong berhenti, Pak” seru Siwon. Seketika laju bus berhenti. Siwon berjalan keluar dari bus dengan tas ransel yang menggantung di bahunya. Ditatapnya Kibum yang bersimpuh di aspal jalan dengan nafas terengah-engah. Wajahnya memerah.

“ Kenapa kamu pergi? Kenapa kamu tidak mau menungguku?” ucap Kibum dengan menahan isak tangisnya. Kedua tangannya mencoba menutup wajahnya.

“ Kamu akan bahagia dengan Changmin, Bummie. Bukan kah dia selalu bisa membuatmu tersenyum?” sahut Siwon lembut sembari mengelus kepala namja cantik dihadapannya.

“ Changmin hanya mengantarku mengunjungi tempat yang sering kita kunjungi saat masih pacaran. Kenapa kamu pergi hikss”

“ Ehh…” ucap Siwon kaget.

“ Meski aku tidak mengingatmu, tapi aku ingin memulai semuanya dari awal” lanjut Kibum lalu memukul kecil dada bidang Siwon.

Siwon tersenyum senang, ia lalu merengkuh Kibum ke dalam pelukan hangatnya. Tidak ia pedulikan kerumunan yang menatapnya heran, yang ia pedulikan kini hanya sosok Kibum yang sedang terisak di dada bidangnya. Setidaknya ia tau jika Kibum menginginkannya. Meski Kibum tidak bisa mengingatnya, ia ingin membuat memori baru yang lebih indah untuk disimpan sebagai kenangan bersama.
.
.
.
“ Siwonnieeeeeeee” teriakan melengking membahana di setiap sudut rumah. Siapa lagi pelakunya jika bukan Choi Kibum yang sibuk berkacak pinggang di dapur.

“ Ne, Kibummie” sahutnya pendek lalu memeluk Kibum dari belakang. Bibirnya mengecup sekilas pipi chubby Kibum yang sedikit menampakkan rona merah.

“ Buku masakanku dimana?”

“ Eh, itu…” Siwon melepaskan pelukannya dan tersenyum kaku.

“ Dimana?” teriak Kibum lagi dengan suara melengking.

“ Aku bu—buang hehe”

“ CHOI SIWONNNNNNNN”

Siwon segera berlari menghindari kejaran Kibum yang sudah menggoyangkan spatula di kedua tangannya. Ia tidak mau tubuhnya memiliki bekas lebam karena pukulan spatula terbang.

“ Satu hal yang tidak pernah berubah, Choi Kibum selalu menakutkan jika marah” batin Siwon sambil terus menghindari lemparan spatula.

_END_

Heyyoooo… Pertama posting di sini. FF ini sudah pernah author posting di FFn dan tidak di delete puahaha~~ Annyeong, Snowysmiles imnida.

Advertisements

About elfcloud3424

♥ Kim Jongwoon ♥ Author ♥ Clouds ♥ Siwonest ♥ 私のの空と大地 (´▽`)/ (/‾▿‾)/ #Yesung #Siwon #Kyuhyun (‾▿‾) #WONYE #KYUSUNG Shipper ..それらに愛を送る.. [私は物語を書くのが大好き]

2 responses »

  1. MinnieBunny Lurv says:

    So fluffy pada akhirnya. Awalnya di kira kibum bakalan sama changmin. Dan ternyata cuma salah paham ya 🙂 so keep writting and hwaitting !

  2. hyung kyung says:

    huahhh sampe sedih bacanya, tp pada akhirnya mereka tetap bersama yeyyy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s