Title : Two Years You’re Gone

Rated : K+

Cast : Kyuhyun, Changmin, Sungmin, and other cast.

Summary : -“Kenapa dia sekarang selalu terlihat sedih, hyung?”/ “Dia sedang ada masalah, Min.”/ “Bisakah aku mengembalikan senyumanmu, hai namja manis?”-

Disclaimer : Semua karakter milik diri mereka, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Tetapi plot dan cerita murni milik author dan apabila ada kesamaan, mohon dimaafkan m(_o_)m

Warning : Membaca fic ini bisa menyebabkan muntah-muntah dan alur yang mungkin sedikit lambat. Don’t like don’t read. Dan ini sho-ai ya XD

Sequel to ‘One Week with You

.

.

”Eh, kamu sudah dengar? Katanya kita kedatangan murid baru!”

”Di tengah semester seperti ini?”

”Iya, katanya sih dia pindahan dari Amerika. Dan sepertinya dia ada hubungan dengan Yunho-shi, aku baru lihat dia dari ruangannya Yunho-shi.”

”Wah, kau tahu siapa namanya?”

”Aku dengar sih Yunho-shi tadi memanggilnya dengan sebutan Minnie.”

[”Mi…Minnie?”]

”Eh?”

-x-

Two Years You’re Gone

“Part 1”

by eL-ch4n

18.12.2011

-x-

”Ada apa Kyuhyun?” Salah seorang dari para namja yang bergosip ria tadi bertanya ke arah sang magnae evil tersebut. Terlihat bahwa sang magnae terlihat kaget. Matanya membulat seakan ingin keluar, PSP yang tadi digenggamnya juga jatuh tergeletak di lantai dan dia tidak menghiraukannya sama sekali. Sungguh sesuatu yang mengejutkan.

Kyuhyun menelan ludah. ”Donghae-ah, bisa kau ulangi kata-katamu sekali lagi?”

”Eh?” Namja yang dipanggil Donghae itu bingung dengan pertanyaan Kyuhyun, tetapi dia mengulang kembali perkataannya barusan. ”Mengenai murid baru?”

”Bukan, setelahnya. Namanya.” Kyuhyun terhenti sejenak. ”Kau bilang namanya Minnie? Apa kau sempat melihat tampangnya?”

Donghae mencoba mengingat-ingat tampang namja yang dia katakan baru saja. Wajahnya yang sedang berpikir keras terlihat lucu membuat namja yang duduk di depannya terkekeh pelan. Donghae yang sedang duduk di meja namja yang menertawakannya menatap tajam tidak suka ke arah namja tersebut. ”Apa ada yang lucu, Hyukkie?”

”Ani.” Namja manis bernama Hyukkie menggeleng pelan dan hanya tersenyum lembut.

”Hae-ah, bisakah kau ingat bagaimana rupanya?” Kyuhyun mendesis kesal karena pertanyaannya teralihkan, tetapi dia mencoba menahan emosi dan menarik informasi dari namja yang tampangnya yang sedikit fishy itu.

Sekali lagi namja fishy itu berpikir, tetapi ketika dia hendak mengucapkan sesuatu, bel pelajaran berbunyi. Donghae segera beranjak dari meja Hyukkie. Dia berbalik ke arah Kyuhyun sebelum berjalan menuju ke bangkunya. ”Kurasa nanti kau bisa lihat langsung, Kyu. Aku sempat menguping kalau dia akan masuk ke kelas kita.”

Pintu kelas terbuka, songsaengnim pun masuk membawa beberapa berkas yang sepertinya adalah hasil ujian kalkulus mereka kemarin. Di belakangnya terlihat seorang namja dengan tinggi yang di atas rata-rata berjalan dengan senyum yang terukir di wajahnya. Kemeja putih yang dikenakannya terlihat membentuk tubuhnya dengan baik dan celana panjang biru tua yang dikenakannya membuat kakinya terlihat lebih panjang. Wajahnya adalah perpaduan antara ketampanan dan keluguan yang bisa dimiliki oleh seorang namja. Sungguh paras yang begitu sempurna. Matanya bulat dan terlihat bersinar begitu cerah.

Glek.

Kyuhyun menelan ludah.

”Anak-anak, perkenalkan ini murid baru kalian. Namanya Shim Changmin. Dia pindahan dari Amerika. Silahkan, Changmin-shi untuk memperkenalkan diri anda.” Kim songsaengnim mengangguk memberi tanda kepada murid baru itu memperkenalkan dirinya.

”Shim Changmin imnida. Saya lahir di Korea, tetapi sejak umur 4 tahun saya sudah tinggal di Amerika, jadi saya mohon maaf kalau bahasa Korea saya agak kurang lancar. Saya baru belajar sekitar 6 bulan. Semoga kita bisa berteman akrab.” Sebuah senyum lebar terpasang di wajahnya. Terlihat sekali bahwa dia merasa senang bisa pindah ke tempat baru dan bertemu dengan wajah-wajah yang baru.

”Baiklah, silahkan ada jika ada yang mau bertanya pada Changmin, satu atau dua pertanyaan untuk memulai hari ini.” Kim songsaengnim mencoba mengatur anak-anak yang mulai heboh untuk bertanya kepada Changmin. Ada sebuah rasa penasaran terhadap namja bernama Shim Changmin itu, seperti, kenapa dia pindah di tengah semester? Dari Amerika pula.

Brak.

Suara gebrakan meja dari arah pojok belakang membuat semua menjadi hening. Semua pasang mata melihat ke arah sumber suara. Mereka melihat seorang Cho Kyuhyun sedang berdiri. Kedua tangannya terkepal dan berada di atas meja. Samar-samar terlihat warna merah dari tangannya. Kepalanya menunduk. Rambutnya menutupi raut wajahnya sehingga semua hanya bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh bendahara OSIS itu.

Perlahan dia mengangkat kepalanya. Dia menggeram, menggigit bibirnya hingga sedikit darah terlihat mengalir dari bibirnya. Matanya penuh dengan kebencian. ”Kau bukan Minnie.” desisnya pelan.

”Eh?” Merasa mendengar sesuatu, Changmin bertanya, ”Ya?”

”Kau bukan Minnie!”

Brak.

Sekali lagi dia menggebrak dan keluar kelas tidak lupa dengan teriakan ”Cho Kyuhyun!” dari Kim songsaengnim dan tatapan bingung dari semua teman-teman sekelasnya, tak terkecuali Shim Changmin.

.

”Diakah Cho Kyuhyun?”

.

Derap langkah kaki terdengar di koridor yang sunyi membuat sebuah musik tersendiri bagi yang mendengarnya. Pemilik kaki itu semakin mempercepat langkahnya dan berhenti tepat di sebuah ruangan bertuliskan: Jung Yunho. Tanpa mengetok ataupun sekedar memberitahu keberadaannya, dia membuka pintu dengan kasar membuat penghuni ruangan itu tersentak kaget. Apalagi ternyata pemilik ruangan itu tidak sendiri. Seorang namja cantik sedang duduk di pangkuannya dengan jarak yang tinggal beberapa sentimeter lagi di antara mereka. Namja cantik itu segera berdiri dari pangkuan untuk merapikan dirinya membuat pemilik ruangan itu sedikit merasa kesal.

”Cho Kyuhyun.” desisnya pelan kepada sang perusak momen indahnya. Kalau tidak diganggu oleh si magnae setan itu, sebentar lagi mungkin dia bisa merasakan manisnya bibir merah itu. ”Aku harap kau punya alasan yang kuat untuk ini.”

”Maaf, aku tidak tahu bahwa anda terlalu sibuk bermesraan daripada mengerjakan tugas anda, Yunho-shi.” jawabnya pelan dengan sinis. Tidak terlihat sedikitpun ketakutan meskipun baru saja Yunho mengancamnya. Namja cantik yang tidak lain dan tidak bukan adalah Jaejoong yang Sabtu lalu baru saja menjadi namjachingunya Yunho bertanya dengan lembut kepada Kyuhyun, ”Kyuhyun? Ada apa? Kenapa kau tidak ke kelasmu?”

”Jae-hyung, maaf, bisakah hyung tinggalkan aku sendiri bersama dengan Yunho-shi sebentar saja?”

Jaejoong menunduk. Dia tahu bahwa yang dilontarkan dari Kyuhyun bukan pertanyaan, melainkan sebuah perintah tersembunyi. Tidak menghabiskan waktunya, Jaejoong segera keluar dari ruangan dan berjalan menuju ruang OSIS. Ya, lagipula dia tidak mungkin masuk ke kelas di tengah pelajaran seperti ini bukan? Lebih baik dia mengerjakan tugasnya di ruang OSIS agar nanti dia bisa menghabiskan waktu bersama Yunnie-nya tersayang. Mengingat itu membuat semburat merah tercetak di kedua pipinya.

Blam.

Setelah pintu tertutup, Cho Kyuhyun mendekat ke arah Yunho.

BRAK.

Magnae itu memukul meja yang tak bersalah dengan kedua tangannya membuat warna merahnya semakin terlihat jelas. ”Bisa kau jelaskan tentang siapa itu Shim Changmin?”

”Oh?” Yunho mengangkat kedua alisnya. ”Kyu, kalau kau sampai bolos hanya untuk bertanya siapa itu Shim Changmin, bukankah kau bisa melakukannya nanti pas istirahat?”

BRAK.

Sekali lagi dia menepuk meja itu dengan keras membuat Yunho sedikit tersentak. ”Ya! Jangan mengagetkanku seperti itu! Kau bisa bicara baik-baik kan?”

”Siapa itu Shim Changmin?” Jika Cho Kyuhyun menginginkan jawaban, dia harus mendapatkannya saat itu juga dan tak ada yang bisa menghalanginya!

Yunho menghela nafas pelan. ”Changmin itu adikku, puas? Dia memakai marga Shim dari ibuku setelah orangtua kami bercerai. Aku memakai nama Jung dari ayahku. Saat mereka memutuskan untuk berpisah, umurku masih 9 tahun dan Changmin 4 tahun. Ibuku akhirnya memutuskan untuk pindah ke Amerika membawa Changmin sementara aku ikut ayahku di Korea. Selebihnya kau tahu, ayahku menikah lagi dengan ibumu sehingga kita menjadi keluarga.”

”Lalu kenapa dia pindah?” Kyuhyun yang mulai tenang akhirnya menarik kursi di seberang Yunho dan mendudukinya.

”Ibuku meninggal bulan lalu. Ayahku yang masih menyayangi Changmin memutuskan untuk meminta Changmin kembali ke Korea dan tinggal bersama kami. Ayah sudah membicarakan itu denganku dan aku tidak keberatan.”

”Lalu bagaimana denganku dan ibuku? Tidakkah terlintas bahwa kami mungkin tidak akan suka dengan keadaannya?” Terdengar sebuah nada yang menyeramkan dari balik nada bicara Kyuhyun.

Sepertinya Yunho sadar bahwa dia sebentar lagi akan membangkitkan seorang iblis kalau dia tidak berhasil menemukan cara untuk meredamkan amarah iblis itu. ”Jika kalian tidak setuju, ayah sudah mempersiapkan apartemen untuknya. Sebenarnya Changmin sendiri juga sudah berkata bahwa dia akan tinggal di apartemen saja karena dia tidak mau menganggu keluarga baru kita.”

”Ayahku memutuskan untuk bicara denganmu dan ibumu setelah semua urusan administrasi Changmin beres. Changmin sendiri baru datang kemarin malam setelah membereskan semua urusan pemakaman ibu kami. Aku sudah mengatakan bahwa dia boleh masuk ke sekolah besok, tetapi dia tetap memaksakan dirinya.”

Yunho berhenti sejenak untuk melihat ekspresi Kyuhyun. Ketika dilihatnya bahwa sang magnae masih terdiam mendengarkan, dia melanjutkan. ”Kyu, kau harus mengerti. Biar bagaimanapun dia itu masih adikku –adik kandungku. Sudah lebih dari 10 tahun aku tidak bertatap muka langsung dengan dirinya. Kami hanya sesekali berhubungan melalui e-mail dan telepon untuk bertegur sapa. Kalau kau memang tidak mau dia tinggal di rumah kita, tidak masalah, tetapi tolong jangan kau marahin hanya karena alasan yang masih belum bisa kupahami.”

Kyuhyun tidak menjawab, melainkan berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu keluar. Kenop pintu terputar, daun pintu terbuka, tetapi sebelum kaki melangkah keluar, kepala memutar menatap sang pemilik ruangan sekali lagi. ”Asalkan dia tidak menyentuh kamar dan koleksi gamesku aku tidak masalah. Kurasa ibuku pun tidak ada masalah dengan hal itu.” Kepala kembali menatap daun pintu. Helaan nafas terdengar dan kakipun perlahan melangkah keluar.

Jung Yunho hanya tersenyum puas mendengar jawaban dari dongsaeng nya. Tubuhnya disandarkan ke kursinya. Matanya menatap ke arah langit-langit ruangan dengan sebuah senyuman terpampang di mukanya. ”Step 1 clear. Now, head to step 2.” bisiknya pelan.

.

”Manisnya, kapan aku bisa bertemu dengannya ya?”

.

Sudah 3 hari Changmin tinggal di rumah keluarga Jung dan Kyuhyun tidak habis pikir bagaimana caranya Changmin bisa menjaga tubuhnya padahal setiap hari porsi makannya seperti porsi makan Kyuhyun untuk 3 hari. Di luar dari nafsu makannya yang luar biasa, Changmin ternyata cukup jenius. Beberapa soal yang tidak bisa dikerjakan Kyuhyun dapat dikerjakannya semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi, Kyuhyun merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh namja berbadan tinggi itu. Di balik senyum yang selalu dipasang di depan wajahnya, ada sesuatu –entah apa itu – yang membuat Kyuhyun merasa tertarik.

”Kyunnie!” Suara teriakan manja itu terdengar dari arah belakang dan semakin mendekat. Kyuhyun yang sedang memakan makan siangnya mencoba mengabaikan suara itu dan berkutat pada PSP yang sedang berada di tangannya.

”Kyu, kurasa dia memanggilmu –lagi.” Duh, tentu saja Donghae. Kamu memang sangat pintar. Siapa lagi di sekolah CassiElf yang bernama Kyuhyun atau Kyunnie selain Cho Kyuhyun, namja yang berada di depanmu yang sedang memasang tampang tidak suka ini?

Namja yang dipanggil hanya mendengus pelan dan kembali lagi menghabiskan makanannya yang tinggal kuahnya saja. ”Kyunnie!” Barulah ketika sepasang tangan melingkar di lehernya, namja itu memberikan reaksi.

”YA! SHIM CHANGMIN! APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriakan Kyuhyun menggema di kantin yang perhatiannya semenjak tadi sudah terarah kepada sepasang namja yang seperti Tom and Jerry itu.

Sementara namja yang bernama Shim Changmin itu hanya menyengir dengan tampang tak berdosa dan menatap Kyuhyun yang sudah berdiri di depannya. ”Memanggilmu. Habis, Kyunnie tidak menjawabku sih daritadi.”

”Kau itu ya, kalau aku tidak menjawabmu tandanya aku tidak mau berbicara denganmu. Hal semudah itu kenapa tidak bisa kau pahami?” Kesabaran Kyuhyun sudah mencapai batasnya. Dia tidak keberatan namja itu tinggal di rumahnya –rumah keluarga Jung, dia juga tidak keberatan ketika namja itu memainkan koleksi gamesnya (karena di luar dugaan, namja itu cukup jago dalam memainkan games), dia juga tidak keberatan ketika namja itu membantunya mengerjakan PR dan mengelus kepalanya walaupun Kyuhyun lebih tua darinya, TETAPI Kyuhyun sangat TIDAK suka ketika dia dipanggil ’Kyunnie’ oleh orang lain selain dirinya. Hanya dia yang boleh memanggilnya Kyunnie dan dia akan tetap memegang teguh prinsip itu.

Changmin hanya menyengir lebar dan mengelus kepala Kyuhyun.

Plak.

Entah setan mana (Kyuhyun sendiri juga bingung) yang merasukinya sehingga dia menampar namja bertubuh jangkung di hadapannya itu. Raut wajahnya sendiri pun terlihat bingung dan kaget. Dia bisa merasakan bahwa tangannya gemetar seperti telah melakukan hal yang salah. Meminta maaf, gengsinya terlalu tinggi untuk hal itu. Merasa semua mata tertuju ke arahnya, Kyuhyun memutuskan untuk pergi dari tempat itu meninggalkan semuanya dalam keheningan. Dia sempat melirik ke arah Changmin dan dia dapat melihat sebersit rasa kecewa dan sedih di mata namja bernafsu makan besar itu

Tidak ada kata meminta maaf dalam kamus Cho Kyuhyun dan hari ini pun tidak akan berbeda.

.

”Kenapa raut wajahmu selalu terlihat sedih ya? Bisakah aku mengembalikan senyummu?”

.

Belum pernah dalam hidupnya seorang Cho Kyuhyun membolos dan hari ini adalah hari bersejarah baginya. Dia merasa tidak mood untuk masuk ke dalam kelas dan melanjutkan pelajaran. Terlebih lagi, dia sangat malas untuk bertemu muka dengan namja tinggi bernama Shim Changmin itu. Tidak bisakah namja itu meninggalkannya sendirian? Kyuhyun memutuskan untuk berjalan di tengah kota sembari menutup seragamnya dengan jaket yang dibawanya. Dia tidak mau berurusan dengan pihak berwajib di kala hatinya berantakan seperti ini.

Sepanjang jalan dia melewati beberapa toko. Tak jarang beberapa yeojya ataupun namja berhenti untuk menatapnya. Sebagai seorang namja, Cho Kyuhyun sangat tampan. Parasnya yang rupawan. Matanya yang hitam kecokelatan membuat semua yang menatapnya merasa terhanyut. Tubuhnya yang tergolong gagah dan tegap –hasil latihannya selama ini. Tetapi Cho Kyuhyun tidak peduli dengan perhatian yang terarah kepadanya. Dia hanya menatap ke sekelilingnya dengan pandangan bosan dan kosong. Ada sesuatu di sudut hatinya yang terasa hampa meminta untuk diisi –entah oleh siapa.

”Apapun akan kuberikan untukmu, Sunny.”

Deg.

Suara itu. Tidak mungkin. Kyuhyun menatap horor kepada pasangan namja yeojya yang berada di depannya. Seorang namja yang menjadi wallpaper ponselnya selama ini sedang berjalan bersama dengan seorang yeojya. Namja yang pergi meninggalkannya tanpa memberi kabar. Yang membuatnya kaget bukan karena itu, melainkan karena tangan mereka yang saling bertautan. Oh Tuhan, cobaan apalagi yang kau berikan untuknya?

Perlahan pasangan itu mendekat ke arahnya. Sepertinya mereka masih sibuk dengan satu sama lain sampai-sampai tidak merasakan kehadiran Kyuhyun. ”Hy..Hyung?” ujarnya pelan. Namja aegyo itu terhenti membuat yeojya yang merangkulnya juga ikut berhenti.

”Kyu?”

Kala angin berhembus pelan membawa memori ke masa lalu, kedua namja yang pernah terpisah oleh waktu kembali bertemu. Entah takdir apa yang menanti.

.

”Yunho-shi, aku ingin minta tolong.”

”Apalagi yang kau inginkan? Tidakkah cukup kau menghancurkan hatinya?”

”Aku mengerti. Sungguh, aku sadar akan hal ini, tetapi kau harus mendengar penjelasanku!”

”Penjelasan apalagi? Kebohongan apalagi yang akan terucap dari bibir nistamu itu?”

”Oppa! Minnie-oppa melakukan ini karena ada alasannya. Kumohon dengarkan dia!”

.

To be continued

.

A/N:

Rasanya saya harus menghentikan fic ini sampai di sini. Rencananya sih mau bikin oneshot, tapi kayaknya bakal kepanjangan. Apa saya harus melanjutkannya? 😀 atau harus saya hapus karena menyampah lagi? ~

Kalau mau dilanjutkan, mungkin dalam minggu ini chapter berikutnya akan diupdate. Terpaksa dibagi 2 takut kepanjangan. Hehe J

Luph u

_Verzeihen

Advertisements

About _Verzeihen

@scionavarielle lfc • bvb • barca | vip • cassie | mad in madhatter http://mylabyrinth.flavors.me/

One response »

  1. hanhyemi118 says:

    Kenapa kyu marah banget sama min? Karena panggilannya sama kaya sungmin oppa kah?
    Ini endingnya changkyu? Atau tetep kyumin?
    Penasaran sama lanjutannya~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s