Title : A Thousand Years Love Song

Rated : T

Cast : Yunho, Jaejoong, Changmin, Yoochun, Junsu, Eunhyuk, other casts

Pair : Yunjae, Yoomin, Jaechun, Homin other

Summary : Yunho tahu bahwa sebagian hati Jaejoong sudah menjadi milik Yoochun. /Jika kusimpan air mata ini selama 1000 tahun, apakah itu akan cukup? Apakah kita bisa bersama di kehidupan berikutnya?/

Disclaimer : Semua karakter milik diri mereka, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Tetapi plot dan cerita murni milik author dan apabila ada kesamaan, mohon dimaafkan m(_o_)m

Warning : Alur yang lambat, boy x boy, CRACK COUPLE (mungkin)

A/N : Saya memutuskan untuk bkin cerita ini atas requestan Ca-Latte eon yang minta pairing Jaechun dan widiwMin yang request pairing Yoomin. Akhirnya karena bingung, saya gabungkan saja deh biar gampang *duar*

(ketauan deh gak mau susahnya -_-”)

Semoga cerita ini sesuai dengan harapan. Dan sepertinya berbau angst/tragedy karena hati saya lagi menggalau~

Inspired by A Thousand Years Love Song – DBSK

.

.

Year 1010 Month 11 Date 23

”Yunho.” Mendengar namanya dipanggil, namja yang berdiri tegap memakai baju tentara dengan gagah tadi mengangguk pelan. Dia menutup pintu dengan pelan tanpa menimbulkan suara. Wajahnya terlihat datar, tetapi di balik sepasang bola matanya tersirat sebuah kesedihan. Di depannya seorang namja cantik sedang terduduk memakai sebuah hanbok untuk pria yang akan menikah. Sebentar lagi namja itu akan menikah, ya menikah, tapi bukan dengan dirinya.

”Jaejoong-shi.” panggilnya dengan hormat sembari membungkukkan badannya. Namja cantik itu berdiri dengan perlahan. Tak ada langkah kaki terdengar tapi jarak mereka semakin menyempit.

Sepasang tangan melingkar di perut Yunho begitu pula dengan sebuah kehangatan yang menyelimutinya. Mereka tahu begitu salah satu dari mereka keluar dari pintu itu, semua akan berubah. Tidak adalagi panggilan sayang ’Yunnie’ atau ’Joongie’ yang akan terdengar. Mereka akan kembali menjadi Jung Yunho, jenderal dari Kerajaan Korea Selatan dan Kim Jaejoong, pangeran sekaligus suami/istri dari Yoochun, pangeran dari Kerajaan Korea Utara.

.

A Thousand Years Love Song

by eL-ch4n

20.01.2012

.

Year 1010 Month 12 Date 23

Sebulan telah berlalu. Pernikahan antar kedua kerajaan untuk mendapatkan kedamaian bagi kedua negeri sudah terlaksana. Semuanya berlalu begitu damai dan tanpa halangan, begitu mulus. Jaejoong cukup bersyukur mendapati Yoochun sebagai suaminya karena namja itu begitu baik dan pengertian. Dia berjanji tidak akan menyentuh Jaejoong sampai dia siap yang Jaejoong sendiri tidak tahu apakah hari itu akan datang.

Hubungannya dengan Yunho kembali seperti dulu, kembali seperti ketika mereka belum saling mencintai – seorang pangeran dengan jenderalnya.

”Yunho.” Suara lembut Jaejoong terdengar memenuhi lorong yang sepi itu. Para pelayan kerajaan sedang berkeliaran entah ke mana untuk mengerjakan pekerjaan harian mereka.

”Hmm?” Suara bass milik namja yang dipanggil terdengar dari belakang. Jika tak ada perang, Yunho akan mengawal Jaejoong dan mengikuti ke manapun sang pangeran itu akan pergi. Yunho sudah berjanji bahwa dia akan selalu menjaga pangerannya itu sampai kapanpun karena dia sangat mencintainya. Rasanya sangat menyakitkan mengetahui bahwa dia – Jaejoong – sudah bukan milik seorang Jung Yunho seutuhnya. ”Ada yang bisa saya bantu, Jaejoong-shi?”

Lorong itu terbuka membuat mereka bisa melihat pemandangan taman istana Yoochun yang begitu indah. Namja cantik itu duduk dan menyandarkan dirinya pada tiang bangunan yang berada di sampingnya. ”Apa rasanya menjadi angin yang bisa bebas?”

Hening melanda mereka. Pertanyaan biasa, namun mengandung makna yang mendalam. Yunho mengerti apa yang ingin disampaikan Jaejoong. Mereka berdua seperti burung dalam sangkar, bisa terbang namun langit tak luas. Hati mereka bisa bebas mencintai siapapun, tapi status mereka tidak. ”Pasti menyenangkan ya?” ujar Jaejoong pelan. Suara lembut bagai bidadari itu sekali lagi menghapus keheningan di antara mereka.

Ingin rasanya Yunho mengutuki status mereka dan pernikahan sialan itu. Ingin rasanya dia menarik Jaejoong segera dari istana ini, membawa mereka kabur dan tinggal berdua, tak peduli dengan siapapun –atau apapun. Tapi, mereka tak bisa egois. Banyak yang akan menderita karena mereka jika kedua namja itu melakukan hal konyol tersebut.

Jaejoong menutup matanya menikmati udara pada sore itu mencoba mendengar suara burung yang sedang berkicau, suara angin yang berhembus. Rasanya damai. Bagaimana dengan Yunho? Dia hanya menatap ke arah Jaejoong dengan tatapan sendu. Ingin menyentuh, tapi tak bisa. Ingin berteriak, tapi suara tercekat. Mungkin inilah yang dinamakan sebuah cinta yang tidak tercapai.

”Hyung!” Suara sopran terdengar mendekat ke arah mereka. Mata Jaejoong terbuka, sementara Yunho mundur sedikit dan berbalik mendapati seorang namja dengan tinggi seperti tiang listrik berlari ke arah mereka sembari melambaikan tangannya.

Setelah tiba di depan Pangeran Korea Selatan itu, namja jangkung itu mengambil nafas sejenak. ”Changmin? Ada apa?” panggil Jaejoong dengan pelan, khawatir dengan adiknya itu.

Yunho mundur perlahan. Dia berdiri agak jauh dari mereka, tapi cukup untuk bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Jawabannya mudah, Yoochun sudah pulang dari perjalanannya ke Cina untuk melakukan perjanjian perdamaian dan dia ingin mencari suaminya ketika pulang. Bisa dirasakan genggaman Yuho terhadap pedangnya begitu keras meninggalkan bekas merah pada tangannya. ”Yunho, antarkan aku ke ruangan Yoochun.” Dan layaknya pengawal yang patuh, Yunho mengantarkan kedua bersaudara itu menuju ke ruangan Yoochun.

.

.

Year 1011 Month 3 Date 30

Mungkin akan jauh lebih mudah bagi kedua sejoli itu jika Changmin yang dijodohkan dengan Yoochun. Dilihat dari segi manapun, ada sebuah rasa ketertarikan di antara kedua namja itu. Setiap kali Yoochun pulang, dia selalu menghampiri Changmin, memberi dia oleh-oleh dari perjalanannya yang jauh barulah dia bertemu dengan pasangannya. Tapi, tidak mungkin menjodohkan Yoochun dengan Changmin mengingat usia Changmin yang belum menginjak usia dewasa pada masa itu – 18 tahun – dan bahwa kenyataan Changmin hanyalah anak kedua yang tidak akan mewarisi takhta dari ayahnya.

Setting kali ini berada di ruang makan istana yang begitu luas. Suara denting dari alat makan yang mereka gunakan menggema di ruangan. Yunho dan dua orang pengawal lainnya – Junsu dan Eunhyuk – sedang berdiri layaknya seorang pengawal. Changmin diundang Yoochun untuk ikut makan bersama mereka. Jika ada yang bertanya kenapa Changmin tinggal bersama mereka, jawabannya mudah, Yoochun mengajaknya untuk tinggal bersama agar Jaejoong mempunyai seorang teman bicara. Lagipula kehadiran Changmin di antara mereka selalu berhasil mendatangkan sebuah aura ceria.

”Yoochun-hyung, kemarin aku berjalan ke pasar dan mendengar bahwa malam ini ada festival, boleh aku pergi?” ujar Changmin dengan ceria, memecahkan keheningan di antara mereka. Yoochun yang duduk di tengah, tersenyum lembut. ”Tentu saja, Changmin. Bila perlu, kita bertiga akan ke sana malam ini, bagaimana, Jaejoong-shi?”

Mendengar namanya dipanggil, Jaejoong menatap suami dan dongsaengnya itu. ”Aku tidak keberatan.”

”Benarkah? Hore!” Changmin berteriak kesenangan mendatangkan gelak tawa dari sang Raja Korea Utara dan senyuman tipis dari hyungnya.

”Changmin, jaga sikapmu. Ingat kau itu pangeran!” Hyungnya mendesis pelan mengingatkan Changmin untuk menjaga sikapnya yang terkadang masih kekanakan. Changmin hanya menjulur lidahnya yang kemudian mendatangkan tawa dari Yoochun. Sekali lagi, ruangan yang tadinya sesak kembali ceria karena kehadiran seorang Kim Changmin.

Malampun tiba. Cuaca sedikit bersahabat, langit tampak cerah, bulan purnama tampak bersinar begitu terang. Namun, Yunho merasa malam ini akan berbeda. Dia merasa bahwa sebentar lagi semuanya akan berubah dan dia tidak yakin apakah dia mau menerima perubahan itu atau tidak.

Pasar malam itu sangat ramai. Banyak orang tua yang mengajak anak mereka untuk melihat-lihat keadaan pasar di malam hari. Kios-kios banyak yang berjualan dan mengadakan permainan-permainan. Jaejoong, Yoochun, dan Changmin memutuskan untuk memakai baju biasa untuk bisa berbaur dengan rakyatnya. Toh, wajah mereka juga tidak banyak yang tahu lagipula dengan pengawalan dari ketiga pengawal mereka bisa dipastikan mereka akan aman.

”Hyung, ini apa?” tanya Changmin dengan polos kepada sebuah kios yang menjual sebuah permen kapas. ”Sepertinya enak.” Changmin menggigit jarinya seperti anak polos yang melihat mainan yang menarik. Yoochun tertawa pelan dan mengelus kepala Changmin. Dia mengambil satu tangkai permen itu dan memberikannya kepada Changmin yang diterima oleh magnae itu dengan senang hati.

Jaejoong hanya tersenyum lembut melihat hal itu. Andai saja itu adalah dirinya dengan Yunho. Sudah hampir 3 bulan mereka tidak berbicara selain percakapan singkat. Dia rindu pada masa itu, pada masa di mana sepasang tangan kekar itu melingkar di perutnya, mengucapkan kata-kata kasih pada dirinya, dan memberikan kehangatan pada dirinya. Diliriknya Yunho yang masih berdiri dengan siaga di belakangnya. Sekilas mata mereka bertemu dan Jaejoong masih bisa menemukan cinta itu di kedua bola mata hitam tersebut.

Deg.

Jaejoong berdebar. Hanya Yunho yang bisa membuatnya seperti itu, hanya dengan sebuah aksi kecil, Yunho selalu berhasil membuatnya berdebar. ”Pakai ini, nanti anda kedinginan.” Suara lembut Yunho terdengar bagai melodi di telinganya. Dia mengangguk dan menerima kain tipis itu untuk menutupi tubuhnya yang memang sedikit kedinginan karena angin malam.

”Pencuri!” Tiba-tiba suara teriakan dari seorang yeojya terdengar. Seorang namja yang sedang memegang dompet dari yeojya itu berlari menuju ke arah mereka. Dengan sigap Yunho menahan namja itu. Tak diduga, Jaejoong yang berada di sampingnya terjatuh karena dorongan dari Yunho. Jaejoong yang masih dalam keadaan kaget merasakan tubuhnya akan jatuh ke tanah yang keras. Dia menutup mata siap menerima benturan keras itu, namun yang dirasakannya adalah sebuah kehangatan, tapi kehangatan ini berbeda dari Yunho. Perlahan, mata itu terbuka dan mendapati suaminya dengan wajahnya yang khawatir menatap lembut ke arahnya. ”Yoochun?” tanyanya lembut mendatangkan sebuah senyuman tulus dari wajah sang suami.

”Kau tidak apa-apa, Jae?” Jaejoong mengangguk pelan dan memutuskan untuk berdiri, namun keseimbangannya masih belum kembali dan sekali lagi dia terjatuh ke dalam pelukan suaminya.

Yeojya itu mengucapkan terima kasih kepada Yunho atas bantuannya, tapi pikiran Yunho sudah tidak peduli dengan hal itu. Dia melihat pemandangan di depannya. Jaejoong sedang bersandar pada dada Yoochun dan mereka berdua saling bertatapan. Malam itu, Yunho sadar bahwa semuanya akan berubah. Hati Jaejoong sekarang sudah tidak menjadi miliknya seutuhnya.

”Jika memang aku tak diijinkan untuk bersama denganmu, biarkanlah kau bahagia.”

.

.

Year 1011 Month 6 Date 4

Hari ini semua penghuni istana terlihat senang. Pasalnya, hari ini adalah hari ulang tahun dari raja mereka dan mereka ingin mempersiapkan yang terbaik untuk pesta yang akan diselenggarakan malam itu. Beberapa orang penting dari kerajaan lain juga diundang. Ada Kim Kibum yang mewakili rajanya – Tan Hankyung – dari Cina untuk datang. Ada Kim Yongwoon yang menjadi jenderal ternama dari Hongkong. Tak lupa Nichkun Horveckul dari kerajaan Thailand. Acara ulang tahun ini menjadi kamuflase tersendiri bagi kalangan atas untuk merencanakan tindakan mereka selanjutnya.

”Yoochun, saengil chukkae hamnida.” ucap Jaejoong lembut pada suaminya. Dia melingkarkan tangannya ke leher suaminya dan memeluknya, mengecup pipinya dengan lembut dan singkat. Yoochun cukup terkejut dengan tindakan itu, tapi kemudian dia tersenyum dan kembali memeluk suaminya dengan erat.

”Ne, gomawo chagiya~.” Semenjak malam festival itu, hubungan mereka semakin dekat. Yoochun sudah mulai memanggil Jaejoong dengan panggilan-panggilan sayang, sementara Jaejoong yang masih ragu dengan perasaannya sudah mulai membuka dan terbiasa dengan kelakuan suaminya. Oh, Jaejoong, andai kau tahu begitu hatimu kau buka, kau tidak bisa menghentikan lagi siapa yang boleh masuk.

Pintu kamar mereka diketok dan suara bass yang tak asing terdengar, ”Yoochun-shi, ini Yunho-shi.” Yoochun mengijinkan pengawal itu untuk masuk.

Rasanya masih tidak bisa dipercaya bahwa orang yang dikasihi kini sudah berada di pelukan orang lain, tapi Yunho orang yang cepat mengontrol emosinya. Dia membungkuk dan memberi salam. ”Selamat ulang tahun Yoochun-shi, hamba mengucapkan yang terbaik buat anda.”

”Aigo, ayo berdirilah. Kau lebih tua dariku, dengan bahasa sopan seperti itu rasanya aneh.” Yoochun melepas pelukannya dari Jaejoong tak menyadari bahwa ekspresi suaminya itu sekarang campur aduk.

”Yoochun-shi, semua tamu sudah mulai berdatangan. Semua anak buahku sudah ditempatkan pada posisinya masing-masing. Semoga malam ini menjadi malam yang indah bagi anda.” Sekilas dia melirik ke arah Jaejoong dan memberikan sebuah senyuman tulus namun pasrah. Jaejoong sepertinya mengerti arti dari senyuman itu. Senyuman itu menyatakan bahwa Yunho telah melepasnya, telah merelakan dirinya untuk dimiliki oleh Yoochun. Ingin rasanya dia menangis saat itu juga. Jika tak ingat kalau dia harus menemani Yoochun sebagai ’istri’ ke pesta, dia pasti akan menangis sejadi-jadinya malam itu.

”Hyung, saengil chukkae hamnida!” Suara tenor Changmin terdengar dari balik pintu. Namja tinggi itu masih tetap bertingkah laku seperti anak-anak, walau wajahnya sekarang sudah terlihat lebih mapan. Tubuhnya sekarang terlihat lebih tegap dan tingginya bahkan sudah mulai sejajar dengan Yoochun. Yoochun mengelus kepalan namja itu dengan sebuah senyum lebar di wajahnya. ”Aigo, dongsaengku tersayang ini. Ne, gomawo ya.” Dia memeluk Changmin dengan erat, tidak menyadari semburat merah yang muncul di kedua pipi dari namja paling muda itu.

Langkah kaki kembali terdengar dan pintu terbuka dengan keras. ”Yunho-shi, ada serangan mendadak.” Suara yang terdengar dari bibir Junsu terkesan gemetar dan takut. Pengawal yang terkenal dengan suara lumba-lumbanya itu terlihat gelisah. Mereka sudah memperkirakan bahwa malam ini tidak akan berlalu begitu saja tanpa ada apa-apa. Malam ini merupakan kesempatan tepat untuk melakukan aksi mengingat banyaknya orang penting yang hadir.

”Baik, suruh Eunhyuk untuk memperbanyak pengawalan di area pesta. Perintahkan Donghae untuk mempersiapkan pemanah. Aku akan mengamankan para tamu yang lain, kau dan Kyuhyun segera bawa Yoochun-shi dan keluarganya ke tempat yang aman.”

”Andwae. Bagaimana denganmu, Yunho-hyung?” Suara Changmin terdengar khawatir. Yunho hanya tersenyum lembut dan kemudian mengelus kepala namja yang sudah dewasa itu. ”Aku akan baik-baik saja. Ini sudah menjadi tugasku. Yoochun-shi, Jae- Jaejoong shi. Silakan ikut Junsu, aku akan memastikan semuanya aman.” Gemetaran Jaejoong tak luput dari mata elang milik jenderal itu. Dia tersenyum lembut dan menepuk pundak namja yang pernah menjadi kekasihnya itu. ”Ayo, di sini tidak aman.”

”Ayo Jae! Kita harus segera pergi!” Yoochun segera menarik tangan Jaejoong dan Changmin kemudian mengikuti Junsu dan seorang pengawal yang baru datang untuk menuju ke tempat aman.

Hening melanda sekali lagi dalam diri Yunho. Ditatapnya tangan yang baru saja menyentuh pundak kekasihnya itu. Semuanya masih sama. Perasaan itu masih ada di sana. Setidaknya, perasaannya terhadap Jaejoongnya masih ada, tapi dia tahu bahwa sejak malam musim panas itu, hati Jaejoong sebagian sudah diambil oleh orang itu – Yoochun. Yunho tidak tahu apakah dia harus bernafas lega atau merasa sedih tentang hal itu. Namun Yunho sadar bahwa akan lebih baik jika Jaejoong melupakannya dan menerima Yoochun. Lagipula, kedua namja itu memang ditakdirkan untuk bersama.

”Pikirkan hal itu nanti saja, Yunho. Kerjakan dulu tugasmu.” Gumamnya pelan. Dengan langkah tegap dan mantap dia berjalan keluar dari ruangan itu. Dia memperhatikan sekelilingnya. Keadaan sekitarnya terlalu tenang untuk kenyataan bahwa mereka sedang diserang, tapi Yunho tahu lebih baik untuk tetap waspada.

Clang.

Sebuah pedang terulur di depan dirinya, untung saja Yunho berhasil menahan tusukan pedang itu dengan pedangnya sendiri. Di lorong yang sama seperti waktu itu dia menemani Jaejoong, di lorong itu pula dia diserang. Sosok yang berada di hadapannya tinggi, namun bagian bawah mukanya tertutup kain hitam membuat Yunho tak bisa mengetahui siapa sosok itu.

.

.

Setelah mencapai ruangan bawah tanah yang dipersiapkan untuk keadaan darurat seperti ini, mereka mengambil nafas. Junsu masih berdiri di depan pintu mengawasi kalau-kalau ada yang akan menyusup. ”Tunggu!” Suara Jaejoong terdengar gemetar. ”Di mana Changmin?” Semua mata membesar karena kaget dan segera menyapu ruangan yang berukuran kecil itu. Memang benar, namja jangkung itu tidak ditemukan di manapun. Bukankah dia ada di belakang mereka daritadi?

Kyuhyun, namja tampan dengan rambut hitam cepaknya, mendecik kesal. Segera dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. ”Cih, ke mana anak itu?”

Tidak banyak yang tahu bahwa Kyuhyun dan Changmin adalah teman akrab yang saling bertukar pikiran jadi terkadang Kyuhyun suka menggunakan kata yang informal walau status mereka cukup berbeda. ”Changmin, Changmin.” Jaejoong berteriak histeris. Pasalnya, Changmin adalah satu-satunya keluarganya yang menyayanginya. Kedua orang tuanya yang selalu melihat mereka berdua sebagai bidak catur di keluarga membuat mereka berdua merasa senasib dan sangat dekat. Yoochun mencoba menenangkan Jaejoong yang masih berteriak histeris. Dia meronta minta dilepaskan ketika Yoochun sudah menggenggam kedua pergelangan tangannya dengan erat.

Tanpa diduga Yoochun menempelkan bibirnya pada bibir merah Jaejoong membuat suaminya yang tadi masih dalam keadaan panik sekarang jauh lebih tenang. Merasa bahwa Jaejoong sudah mulai tenang, Yoochun perlahan melepaskan bibirnya dan menatap suaminya itu dengan tatapan lembut penuh kasih sayang. Mereka tidak menghiraukan keadaan bahwa Kyuhyun dan Junsu sempat melirik ke arah mereka dan kemudian kembali untuk menjaga pintu. Yoochun meletakkan tangannya pada wajah Jaejoong dengan lembut. ”Tenang saja, dia pasti baik-baik saja.” ujarnya dengan pelan mendatangkan ketenangan bagi Jaejoong.

Ini salah.

Dia tidak boleh merasakan ini pada Yoochun. Dia tidak boleh. Ini seperti mengkhianati Yunho. Tidak, sebenarnya dia sudah mengkhianati keduanya. Dia menikahi Yoochun, tapi hatinya masih menjadi milik Yunho, mengikat jenderal itu dengan alasan yang tidak dia ketahui. Sekarang hatinya mulai berdetak karena namja yang berada di depannya, yang berstatus sebagai suaminya. Sebenarnya, siapa yang mengkhianati siapa? Dia sudah tidak tahu.

Perlahan dia mengangguk dan menenggelamkan kepalanya pada dada kekar milik suaminya membiarkan kehangatan itu meleburkan semua pikirannya. Tak ada yang sadar, mungkin karena mereka terlalu sibuk, tapi tangan Kyuhyun mengepal begitu keras seperti menahan amarah. Karena terlalu keras hingga memerah dan sedikit berdarah.

.

.

Yunho terdesak. Tidak diduga bahwa sosok berpedang itu sangat ahli dan berhasil mengincar titik lemahnya. Yunho bisa mendengar keributan dari dalam ruangan pesta. Sepertinya para penyusup itu sudah mulai memasuki keadaan istana. Serangan seperti ini bukan hal yang pertama dialaminya, tapi pertanyaannya. Kenapa penyusup itu bisa masuk begitu mudahnya? Apakah ada seseorang yang memberikan informasi pada mereka? Kalau begitu, mungkinkah ada seorang pengkhianat dari antara mereka? Tidak, Yunho tidak bisa mempercayai hal itu. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang dia percayai ada yang mengkhianatinya.

”Apakah hanya begitu saja kemampuanmu, Yunho?” Mata Yunho membelalak. Suara yang tidak asing itu. Tidak mungkin.

Dia menengadah ke atas melihat sosok itu yang di belakangnya terdapat pantulan cahaya bulan. Perlahan dilihatnya kain yang menutupi sosok itu terbuka. Pakaian hitam yang dikenakan pemuda itu masih mengikat tubuhnya dengan baik. Kenapa kau tidak menyadarinya dari tadi Yunho?

”Chang…min?” Sebuah seringaian terpasang jelas di wajah namja itu membuat Yunho sedikit bergidik ngeri melihatnya. Tidak mungkin pangeran yang sudah dianggap sebagai dongsaengnya itu melakukan hal ini. ”Min, kenapa?”

Changmin hanya tersenyum lembut mendengar pertanyaan yang terlontarkan. Dia sudah menduga itu yang akan ditanyakan ketika mereka bertemu dan dia tidak tahu harus menjawab dari mana. ”Karena.” Perlahan dia mendekat ke arah Yunho. Kakinya menendang pedang yang berada di dekat mereka untuk berjaga-jaga jika seandainya Yunho masih nekad untuk menyerangnya. ”Aku tidak ingin kau menderita.” Dia menunduk ke arah Yunho dan membisikkan sesuatu di telinganya.

Mata Yunho membesar karena kaget mendengar bisikan dari Changmin. Ditatapnya dongsaengnya itu tak percaya. Changmin tersenyum tipis dan mengangguk.

Saranghae, hyung.” Dan hal berikutnya yang Yunho ingat adalah kegelapan yang menyelimutinya.

.

.

”Hyung, kalau sudah besar nanti aku mau seperti hyung yang menjadi jenderal!”

”Hahaha…kau itu kan pangeran, Changmin-ah. Mestinya kau menjadi raja yang bijaksana.”

”Tidak mau, kalau jadi raja berarti jadi seperti appa kan? Aku maunya seperti hyung.”

”Ya sudah, kalau gitu hyung akan mengajarkan jenderal kecil ini!”

”Hyung!”

.

”Yunho…Jaejoong-hyung? Omo, mereka sedang apa?”

”Yun, nanti kalau ada yang lihat bagaimana?”

”Tenang saja Jae, tidak ada siapa-siapa. Aku sudah rindu padamu. Ijinkan aku.”

”Yun, kau itu. Dasar mesum.”

”Tapi kau suka sama orang mesum ini kan?”

”Yunho hyung? Jaejoong hyung? Mereka berdua, tidak mungkin.”

.

”Andwae! Jaejoong hyung tidak boleh menikah dengan pangeran jidat lebar itu!”

”Jaga bicaramu baik-baik, Kim Changmin!”

Plak!

”Appa, sudahlah, Changmin masih anak-anak. Jangan pukul dia. Aku…aku akan menikah dengan Yoochun-shi, appa.”

”Bagus, dan ingat kau harus menjadi istri yang baik. Kalau tidak sia-sia kami merawatmu sampai sebesar ini.”

”Ne, appa!”

”Sekarang kalian pergi. Dan Changmin! Sekali lagi kau membangkang, aku pastikan kau mendapat hukuman yang berat.”

”…”

.

”Min, sudahlah.”

”Hyung, apa benar hyung akan menikah dengan pangeran Park jidat lebar itu?”

”Hihi…Min, namanya Park Yoochun dan sebentar lagi dia juga akan menjadi hyungmu. Kenapa kau tidak suka dengan dia?”

”Andwae. Aku hanya tidak mau hyung menderita saja.”

(Aku tidak mau melihat Yunho hyung sedih karenamu, hyung)

”Sudahlah, Min. Kau akan ikut denganku juga ya?”

”Ne, aku harus selalu menjaga hyung.”

(Yunho)

.

”Sepertinya Jae-hyung mulai terlihat akrab dengan Yoochun-hyung.”

”Kenapa, Min? Bukankah itu hal yang bagus? Mereka kan sepasang suami-suami atau suami istri ya?”

”Aish. Andai kau tahu, Kyu.”

”Min?”

”Kyu, aku… aku bingung harus bagaimana.”

”Biarkan saja mereka, Min.”

”Tapi, Kyu?”

”Aish. Ya sudah, aku akan membantumu, tapi aku tidak yakin ini akan berhasil.”

”Benarkah? Gomawo.”

”Andai saja kau tahu, Min.”

.

To be continued

.

A/N:

Haduh, mian..rencananya mau bkin oneshoot, tapi karena takut kepanjangan jadinya bikin two shoot deh kalau begitu -_-”

Sebenarnya mendadak gak tahu mau nulis apa. Lagi bersedih karena #megaupload ditutup T^T padahal donlodan dari sana masih belum beres semua…Andwae, gimana dengan donlodan dbsk ku?? T^T #plak

Ya sudahlah…semoga kalian suka dengan cerita ini. Ya, pertama sih maunya bkin Homin yang pacaran sama Chunjae trus pisah karena Chunjae harus nikah tapi eh gak tahunya malah jadi panjang gini. Aiya -_-” alhasil terpaksa displit deh…nanti tinggal nyatuin pake hjsplit ya? #gaknyambung.

@_Verzeihen

Advertisements

About _Verzeihen

@scionavarielle lfc • bvb • barca | vip • cassie | mad in madhatter http://mylabyrinth.flavors.me/

3 responses »

  1. dyah purnama says:

    mian baru baca…
    Wah cinta segi banyak nie..
    Minnie nekat berbuat sejauh itu demi kebahagian yunho…
    Daebak!

  2. ChoiMinho's says:

    waduh??cinta segi rumit ini mah haha
    jadi penasaran couple mana yang bakal tetep hidup saling mencintai
    annyeong
    rahma imnida,reader baru nih

  3. hanhyemi118 says:

    Wahhhh complicated banget, apa akhirnya ada yang bersama atau malah semuanya terpisah~~~
    Berharap yunjae ga dipasangin sama yang lain diakhir >.<

Leave a Reply to dyah purnama Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s