Title : Meet His Father

Couple : Se7min/Min7en (Se7en x Changmin)

Rated : K+

Summary : Bertemu dengan Yunho membuat Se7en berpikir mungkin ini yang dinamakan berbicara dengan calon mertua.

.

.

Di meja makan duduklah dua namja tampan yang menggemparkan dunia. Yang sedang duduk sembari menatap tajam adalah Jung Yunho, leader dari grup boyband ternama Dong Bang Shin Ki. Sementara yang sekarang duduk di seberangnya dengan raut tenang, namun sebenarnya tersirat sebuah kecemasan, adalah Choi Dong Wook atau yang dikenal dengan nama Se7en.

Sudah hampir setengah jam mereka duduk di ruang makan itu. Suasana terasa semakin intens dan tak ada satupun dari antara mereka yang membuka mulut. Yunho tetap menatap tajam ke arah Se7en seolah ingin memakan namja yang lebih tua darinya itu. Sementara Se7en sendiri memasang raut wajah yang tenang meski terlihat sekali bahwa namja itu sebenarnya sangat gugup. Salah satu tangannya terkepal dan terletak di atas meja.

Melihat keadaan Yunho sekarang dia tidak tahu apa yang bisa terjadi, namun sepertinya ini yang dinamakan menemui calon mertua. Ini semua karena pembicaraannya dengan Changmin pada saat pertemuan terakhir mereka. Se7en memutuskan untuk tidak menyembunyikan hubungan mereka dan langsung bertatap muka dengan Yunho. Siapa yang menduga kalau sang leader ternyata serigala –atau singa? – berbulu domba.

”Jadi, kau bilang kau sudah berpacaran dengan Changmin berapa lama?” tanya Yunho setelah sekian lama keheningan menerpa mereka.

Gulp.

Se7en menelan ludah melihat aura hitam yang keluar dari tubuh Yunho (tentu saja itu hanya perasaannya saja, tidak ada aura hitam di belakang Yunho). ”Kurang lebih 1 tahun. Kita pacaran satu minggu setelah acara gabungan SM dan YG waktu itu.” jelas Se7en. Dia berusaha untuk tetap terlihat tenang.

Brak.

Yunho menggebrak meja membuat namja di seberangnya tersontak kaget. Bukan hanya Se7en saja yang terkejut, tapi juga Yoosu couple yang sedang duduk di sofa karena tak mau ikut dalam drama keluarga, Jaejoong yang berdiri di samping Yunho, dan Changmin yang bersandar di dinding tak jauh dari mereka.

Brug.

Dalam hitungan detik tinju Yunho sudah mengenai pipi Se7en membuat penyanyi senior itu tersungkur di atas lantai dengan Changmin segera menghampirinya.

”Dengar, aku tidak setuju kau dengan Changmin.” Yunho menunjuk namja yang sedang terduduk di atas lantai yang dingin itu. ”Heck, bahkan jauh lebih baik Changmin bersama dengan Heechul daripada harus bersama denganmu, Choi Dong Wook!”

.

.

Meet His Father

By eL-ch4n

12.03.2012

.

.

Malam ini ketika langit tak berbintang, seorang Shim Changmin sedang berada di dalam dekapan seorang Se7en. Mereka berada di atas sofa dalam sebuah apartemen yang jika diperhatikan adalah apartemen milik Se7en karena di dalamnya terdapat beberapa foto pribadi milik sang penyanyi ’When I can’t sing’ ini. Changmin bersandar pada dada bidang Se7en dan memejamkan matanya. Kedua tangan Se7en berada pada dada bidang magnae Dong Bang Shin Ki itu.

”Minnie.” bisik Se7en dengan suaranya yang khas.

”Hmm?” Changmin masih tak membuka matanya dan menggeliat dalam dekapan Se7en. Dia tak mempedulikan apapun karena yang terpenting adalah saat ini.

”Kau tidak akan dicari oleh anggotamu?” Pertanyaan Se7en ini sukses membuat Changmin membuka matanya, namun dia masih tak berbalik.

”Kenapa? Kau takut?”

”Bukan, Minku.” Dia mengecup kening namja muda itu dengan lembut dan cukup lama. ”Aku hanya takut kau kena masalah. Bukankah besok kau ada acara rekaman?” Sekali lagi dia mengecup kening namja muda itu menyebabkan tubuh Changmin harus sedikit memiring.

Changmin mengelus pipi kanan Se7en dengan lembut. ”Rekaman besok dibatalkan dan kami mendapatkan hari libur. Kalau tidak bagaimana mungkin aku meyakinkan hyungdeul untuk ke sini.”

Se7en menyengir dan mencubit hidung Changmin dengan gemas. ”Ah, Minku-ku ini suka sekali membuat kejutan.” Dia memeluk Changmin dengan erat. ”Jadi, katakan padaku. Apa yang kau katakan pada mereka?”

Tubuh Changmin sedikit menggeliat dan memosisikan dirinya dalam dekapan namjachingunya. ”Aku bilang mau bermain ke rumah temanku dan mereka tak bertanya, walau aku rasa mereka cukup curiga. Untung saja aku sudah minta Kyu untuk membantuku.” Merasa tak ada respon dari namjachingunya, Changmin memutar kepalanya dan mendapati penyanyi yang lebih senior itu terlihat sedang berpikir. ”Apa yang sedang kau pikirkan, Shichi?” tanya Changmin dengan khawatir. Pasalnya, dia cukup tahu bahwa raut wajah kekasihnya saat ini mendatangkan firasat tidak enak.

”Kurasa sebaiknya kita hentikan ini semua.” Satu pernyataan itu membuat kedua mata Changmin membesar dan segera dia melepaskan dirinya dari dekapan namjachingunya.

Ketika Changmin sudah lepas dari Se7en, dia langsung mengancungkan jari telunjuknya dan berteriak dengan suara tenornya, ”Apa maksudmu? Apa kau mau bilang bahwa kita harus menghentikan ini semua? Bagimu ini hanya permainan, begitu?”

Se7en segera menarik tangan Changmin dan memeluknya. Tangannya mengelus punggung Changmin untuk menenangkan namja muda itu ”Bukan, tenang dulu, Minku. Bagaimana mungkin aku mau melepasmu? Mendapatkanmu saja sudah susah payah.”

”Jadi maksudmu?” Sekarang kedua pasang mata saling bertatapan, yang satu dipenuhi dengan kepolosan dan kenaifan, sementara yang satu lagi dipenuhi dengan tekad.

Helaan nafas terdengar dari Se7en. ”Maksudku, kita.” Dia mengecup kening Changmin. ”Beritahu pada Yunho dan yang lainnya.” Dan sebelum Changmin sempat membalas apapun, bibirnya telah dikecup oleh Se7en dengan lembut.

”Tapi, kau yakin?” tanya Changmin setelah ciuman –atau tautan – mereka terlepas.

Se7en hanya tersenyum simpul sebelum sekali mencium bibir itu dengan lembut. ”Kita hanya bisa berdoa, Min. Jauh lebih baik kita memberitahukannya daripada kita ketahuan, kau mengerti kan?” tanyanya dengan lembut pada namja yang sedang menatapnya dengan sendu.

Kepala namja yang ditanya itu mengangguk dengan perlahan. ”Ne, arasso. Aku akan menemanimu.”

Se7en terkekeh pelan. ”Tentu saja kau harus menemaniku, aku kan akan bertemu dengan calon mertua.” Pernyataan itu sontak membuat kedua pipi Changmin memerah. Kepalanya yang menunduk untuk menyembunyikan rasa malunya, diangkat pelan oleh Se7en dan bibir mereka kembali bertemu. Mereka menikmati setiap detik yang bisa mereka lewati saat ini karena mereka tidak tahu apa yang bisa terjadi besok.

.

.

Dugaan Se7en benar, membujuk seorang Jung Yunho bukanlah hal yang mudah, terutama jika sudah berkaitan dengan magnae kesayangannya. ”Apa yang membuatku harus yakin bahwa kau serius?” tanya Yunho dengan nada mengerikan.

Se7en menghapus setetes darah yang keluar dari bibirnya. ”Apa yang membuatmu meragukan tujuanku?” tantang Se7en yang sukses membuat leader Dong Bang Shin Ki terdiam.

”Huh. Siapa yang tahu dengan isi otakmu, Choi Dong Wook. Bisa saja kau hanya memanfaatkan Changmin untuk mendekati Jae saja bukan?” desis Yunho.

”Hyung.” Yoochun yang sedari tadi terdiam bersama Junsu di atas sofa bermaksud menginterupsi ketika Yunho sudah mulai melewati batas.

”Kau seolah mengatakan bahwa dirinya tidak berharga selain sebagai alat untuk mendekati Jaejoong, sebegitukah kau menilai dirinya?” Ada sebuah sarkasme di balik pernyataan dari Se7en.

Yunho menggeram. Kedua tangannya terkepal erat di kedua sisi tubuhnya. Dia bisa merasakan ejekan yang diberikan oleh namja yang sedang berdiri itu dari tatapan matanya. ”Kau.” geram Yunho. ”Baik, kalau kau mematahkan tangan kanan yang kau banggakan itu aku akan memberimu kesempatan.” Sebuah seringaian terpasang di wajah Yunho karena dia tahu bahwa kehilangan tangan kanan sama seperti kehilangan sebagian jiwamu.

”Dan kalau aku melakukannya kau akan menyerahkan Minku kepadaku?” tanya Se7en yang sudah berdiri tegak dengan Changmin yang masih menatapnya dengan khawatir di sampingnya. Kedua alis matanya terangkat untuk memastikan pernyataan yang dikeluarkan Yunho tadi.

”Tentu saja dan aku tidak akan melanggar janjiku.” jawab Yunho dengan tegas. Raut wajahnya datar dengan ekspresi merendahkan namja yang berada di hadapannya sekarang.

”Shichi.” ujar Changmin dengan lembut. Di satu sisi dia ingin tahu apakah Se7en benar-benar menginginkannya, tapi di sisi lain, dia juga tidak mau kalau gara-gara dirinya Se7en harus kehilangan sesuatu yang sudah digapainya selama ini.

Mendengar namanya dipanggil, Se7en memutar kepalanya dan menatap Changmin dengan lembut. Ditariknya kepala belakang Changmin sehingga bibir mereka saling bertemu. Dilumatnya bibir merah ranum milik Changmin dengan ganas tanpa mempedulikan tatapan dari yang lainnya.

Junsu bersembunyi di belakang punggung Yoochun karena malu dengan pemandangan di depannya sementara namjachingunya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Yunho sendiri hanya menatap tajam ke arah Se7en dengan Jaejoong yang berada di sampingnya.

”Ehem.” Yunho berdeham untuk menghentikan ciuman panas di antara kedua namja tersebut.

Changmin melepas tautan mereka dengan sedikit tak rela, namun sebuah senyuman lembut dari Se7en membuat hatinya kembali berdegup kencang. Se7en mengelus rambut Changmin sembari memberikan senyuman lebarnya. Dia berjalan sedikit menjauh dari Changmin mendatangkan sebuah seringaian di wajah Yunho –tanda bahwa dia benar – dan senyum kecewa dari Changmin.

Brug.

Namun semuanya hilang seketika ketika Se7en menabrakkan sisi kanan tubuhnya ke dinding dapur yang terbuat dari batu bata.

Brug.

Satu kali, semua namja yang ada di ruangan itu masih mencoba mengerti apa yang sedang terjadi.

Dua kali, Changmin mulai berlari menghampiri namjachingunya.

Tiga kali, pundak Yunho menjadi lemas. Seringaian diganti dengan raut terkejut dan khawatir.

Empat kali, Junsu menutup matanya karena tak mau melihat apa yang sedang terjadi sementara Yoochun menghalangi pandangan namjachingunya itu.

Lima kali, Changmin berteriak kepada Yunho, ”Hyung, apa yang membuat hyung menentukan apa yang baik buatku?”

Enam kali, Changmin masih berteriak sembari menggoyangkan badan leader-nya. ”Apa bagi hyung itu aku tak seberharga itu sampai pendapatku saja tak bisa didengar?”

Tujuh kali, Yunho menjawab dengan dingin. ”Dia tidak pantas untukmu, Min.”

Delapan kali, Changmin mendorong tubuh hyungnya ke belakang, ”Apa yang membuatmu berhak menentukan apa yang pantas buatku atau tidak? Hyung, kau tidak berhak menentukan hidupku!”

Sembilan kali, ”Dengar, orang tuamu memberikan tanggung jawab padaku untuk merawatmu dan aku tak mau kau terluka karena laki-laki ini.” Yunho menunjuk Se7en yang mencoba berdiri dan menabrakkan tangan kanannya pada dinding.

Sepuluh kali, ”Apa yang membuatmu berpikir bahwa sekarang diriku tidak terluka melihat dia seperti ini?!” Teriakkan Changmin kali ini menghentikan semua gerakan. Se7en yang kelelahan karena bertemu dengan dinding secara keras, duduk di atas lantai sembari menyandarkan dirinya untuk menarik nafas.

”Changmin.” ujar Jaejoong yang sedari tadi menatap mereka dengan raut sedih.

”Aku memilihnya hyung, dan ada kalanya seseorang harus terjatuh dulu sebelum dia bisa berjalan. Jika aku harus jatuh bersama dengan Shichi, aku rela, hyung! Aku memilihnya dan itu pendapatku. Aku tak peduli apakah di kemudian hari aku bisa bersama dengan dirinya atau tidak, karena yang terpenting adalah saat ini. Aku mohon mengertilah, hyung.” Ekspresi Changmin mulai sedih namun ketegasan masih terlukis di wajahnya. ”Dengar hyung, kau bilang tak ingin lihat aku terluka. Kau tak tahu betapa hatiku sudah terluka ketika kau hanya menganggapku tak lebih baik dari sekedar alat untuk mendekati Jae-hyung! Kau tidak tahu betapa rasanya begitu perih melihat Shichi harus kehilangan tangan kanannya demi aku?! Apa itu yang disebut dengan menjagaku? Hah?! JAWAB AKU JUNG YUNHO!”

Plak.

”Changmin…aku…” Yunho terkejut dengan apa  yang dilakukannya. Baru saja, dia menampar Changmin dengan tangannya sendiri. Dia yang sudah berjanji untuk tetap menjaga magnaenya itu malah menamparnya dan membuat setetes air mata turun dari kedua bola mata yang bening itu.

”CUKUP!” Jaejoong memutuskan untuk menghentikan semuanya. Dia berjalan dengan tatapan tajam ke arah Yunho dan membuat sedikit jarak di antara Changmin dengan Yunho. ”Berhentilah bertingkah laku seperti anak-anak!”

”Jae..aku-”

Jaejoong mengangkat tangannya untuk menghentikan Yunho. ”Aku tak mau mendengarkanmu sekarang Jung Yunho.” Dia berpaling ke arah Changmin yang masih menatap tajam ke arah sang leader. ”Changmin, kau juga jangan bertingkah laku seperti anak-anak. Biar bagaimanapun kita adalah keluarga dan Yunho pasti menginginkan yang terbaik untukmu.”

”Tapi, hyung.”

”Ya, caranya memang salah dan aku akui itu. Biar bagaimanapun kau punya kebebasan untuk memilih dan seharusnya kami mendukungmu. Yunho hanya takut jika satu saat kau akan ’terjatuh’ seperti katamu dan tidak bisa terbangun kembali.”

”Aku berjanji akan menjaganya. Urgh.” sela Se7en. Dia mencoba berdiri dengan sedikit kesusahan. Tangannya bertumpu pada meja untuk menopang dirinya. ”Seperti katanya tadi, kami tak seperti dirimu dan Yunho atau Yoochun dan Junsu yang memiliki kata ’selama-lamanya’ karena yang terpenting adalah saat ini.” Tangan kiri Se7en diletakannya di pinggang Changmin membuat namja muda itu melirik ke arahnya. ”Dan saat ini, dialah yang paling kucintai.” Dia memandang kembali mata Changmin kemudian memberikan senyuman tipis untuk menangkan namja itu.

Helaan nafas keluar dari Jaejoong. Dia memutar kepalanya menatap Yoosu couple yang sedari tadi terlihat bingung dengan drama keluarga yang baru terjadi.

Mengerti arti dari tatapan itu, Yoochun segera menjawab, ”Selama Changmin bahagia, aku tak keberatan, ya kan Suie?”

Junsu yang masih berada di belakang tubuh Yoochun berjalan ke arah Changmin. Kedua tangannya berada di kedua pipi Changmin membuat keduanya saling berhadapan. ”Apakah kau bahagia?” tanya Junsu dengan lembut.

Changmin tersenyum lembut dan mengangguk. ”Aku tak pernah merasa selengkap ini, hyung.” jawab Changmin yang disertai anggukan dari namja bersuara lumba-lumba itu. Junsu menarik tangannya dan meletakannya di samping tubuhnya. ”Asalkan aku bisa menghajar Se7en jika dia membuatmu menangis.”

”Oh, kalau itu terjadi aku yang akan melakukannya terlebih dahulu.” jawab Changmin sembari memberikan cengiran khasnya. Se7en hanya mengacak-acak rambut namjachingunya sementara Junsu sudah berbalik ke Yoochun.

”Jadi?” tanya Se7en kepada masalah semula. Kedua alisnya sekali lagi terangkat dan senyum simpul terpasang di wajahnya.

Yunho masih dengan ekspresi datar. Dia berbalik berjalan menuju ke arah kamarnya dan Jaejoong. Baru beberapa langkah kemudian dia terhenti. ”Asalkan kau pastikan dirimu bisa bangkit setelah kau terjatuh Min, dan kau harus membiarkan aku mematahkan tangannya kalau sampai kau tidak bisa bangkit lagi karenanya.” gumam Yunho yang dijawab anggukan antusias oleh Changmin. Jaejoong hanya tersenyum lembut melihat tingkah laku Yunnie-nya.

Dia berbalik menatap sepasang sejoli yang akhirnya mendapatkan restu dari mereka. ”Dengar, hubungan kalian pasti tidak akan mudah mengingat perusahaan kita berbeda, tapi kami akan selalu mendukung kalian.” Pasangan baru itu mengangguk dengan antusias. ”Bagus, dan katakan pada Jiyong kalau aku menang.”

Se7en hanya menyengir lebar sementara ketiga namja lainnya memasang tampang bingung. ”Akan kupastikan hal itu.” Jaejoong mengangguk dan kemudian menyusul Yunho menuju kamarnya.

”Nah, kajja.” Se7en berpamitan kepada kedua member yang tersisa dan segera menarik namjachingunya keluar. Tangan kanannya yang sakit tidak terasa lagi karena akhirnya dia bisa mendapatkan Minkunya.

.

.

”Aku tak menyangka dia akan berteriak padaku.” ujar Yunho yang sedang terduduk di samping tempat tidur mereka.

”Sudahlah, itu tandanya dia sudah besar.” jawab Jaejoong dan segera menghampiri Yunho. ”Dan kau.” Dia mencubit kedua pipi Yunho. ”Apa maksudmu dengan mengatakan Se7en ingin mendekatiku, hah? Kau tahu bahwa sejak awal dia justru mendekatiku karena dia ingin mencari tahu soal Minnie, huh? Kau tidak tahu kau membuat Minnie menjadi sedih seperti tadi?”

”Ne, mian. Habis aku kan harus terlihat menyakinkan. Aku tidak mau menyerahkan Minnie dengan mudah pada namja seperti dia.”

”Aigoo, sejak kapan kau jadi serius mengambil peran ayah dalam grup huh?” Jaejoong mencubit hidung Yunho dengan gemas sementara tangan lainnya mencubit pipi Yunho.

Sebuah seringaian terpasang di wajah Yunho. Tangan kanannya dengan segera menarik Jaejoong sehingga namja cantik itu berada di pangkuannya. ”Sejak kau yang menjadi ibu dalam grup ini.” Senyum jahil terpasang di kedua namja itu sebelum kepala mereka saling mendekat dan bibir mereka saling bersentuhan.

.

.

Suara kulit saling bersentuhan memenuhi bagian belakang mobil Se7en. Kaca tengah menghalangi supir yang sedang menyetir untuk melihat adegan panas yang terjadi di belakang.

”Shichi.” gumam Changmin ketika ciuman mereka terlepas. Dia sedang berada dalam pangkuan Se7en dengan kedua tangna namjachingunya berada pada perutnya.

”Hmm?” Se7en membenamkan wajahnya pada pundak Changmin.

”Bukankah tanganmu sakit?” tanya Changmin dengan nada khawatir.

”Ne, karena itu aku memerlukanmu untuk memijatnya nanti setelah kita sampai ke hotel.” Se7en terhenti sejenak sebelum kemudian berbisik lembut pada telinga Changmin. ”Dan juga memijat satu bagian lain milikmu jika kau mau karena aku bisa merasakannya mulai membesar.”

Melihat wajah Changmin yang memerah sontak membuat Se7en tertawa keras. Dia segera mengecup bibir kekasihnya itu seolah tak ada hari esok.

Yah, mungkin mempunyai ’calon mertua’ seperti Yunho itu tidak mudah, tetapi kalau apa yang didapatkannya seperti Changmin, rasanya semua berharga.

.

.

The End.

.

.

A/N: Saya tidak tahu setan apa yang membuat saya mengetik cerita ini, tapi semoga chingudeul suka ^^v

Ini saya ketik sangat pagi” karena hari ini baru mulai kuliah jam 1 -__-” jadi saya bsa bkin ff ini deh…#gaknanya

Last, review 😉

_Verzeihen

Advertisements

About _Verzeihen

@scionavarielle lfc • bvb • barca | vip • cassie | mad in madhatter http://mylabyrinth.flavors.me/

15 responses »

  1. Park_Minnie says:

    Aku sudah baca ini di ffn, eL~~
    Tapi kayaknya di situ belom komen deh~

    Aku komen di sini ya!! XDD

    eL, ini ada sekuel nggak? Aku mau baca kelanjutannya~~
    Gemes sendiri kalau liat Se7Min~~ XDD
    Aku paling suka pas dia bilang, “karena saai ini, dia yang aku cintai,”
    Aigooo~~
    Rasanya daleeeeeeeeeemmm banget!!! XDD

  2. revi killan says:

    aigooo….se7en terlihat serius sekali eon….kerasa gregetnya.XDD
    Ayo eon,bikin se7min yg banyak n lebih hot #plak #yadongmodeon

  3. nami asuma says:

    eL..ff-ny so sweet deh..
    Aq jd ikut ktularan suka ma pair se7min..
    Ini ad prekuelny gak..?? jd pngin th awal se7min ketemu..
    Yg pasti ff-ny eL keren… 😀
    segtu dl ya cuap2ny..Nami mau kliling dl d WP ini..mau bc ff lainny..hehhehe
    Semangat trs buat ff-ny ya eL..
    Salam Nami

  4. Mcovira says:

    Alohaa eonni!mulai sekarang aku komen disini aja ya!
    *numpanglewat*

  5. CassieCiel says:

    Hmm.. so sweet.. Akhirnya Se7en berhasil mnghadapi DongBang family.. Jae n Jiyong bertaruh Se7en bakalan berhasil mnghadap sang calon mertua huh? XD
    1 kata, Nice!

  6. yuka says:

    kkk yunho menikmati perannya sebagai appa, sampe segitunya, wajar seh changmin kan paling bontot, mesti di jaga,
    shichi juga bener2 keliatan cinta ama minnie /ecieh.. Brharap nc se7min XDd /plak

  7. loPhLove_key says:

    suka bgt ma se7min, i don’t know why.. But they soo sweet in here

  8. YunJani says:

    tungu..tunggu.. apakah ini sebuah taruhan..
    kirain beneran yunpa kaga ngerestuin se7min…
    terharu sma se7en yang ampe mau ngerelain tanganya demi minnie..

  9. unnie please help me to do my blog still newbie and your big fan

  10. afifah.kulkasnyachangmin says:

    . Kyaaaaa ini sungguh so sweetttt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s